Sebanyak  1.942 Kosmetik Disita Badan POM

Penertiban hingga penyitaan kosmetik ilegel yang dilakukan Badan POM akhir 2019 kemarin.

DARUBA-Peredaran kosmetik ilegal di kabupaten pulau Morotai kian marak. Bagiamana tidak. Berdasarkan data yang diterima dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sepanjang tahun 2019, ada 1.942 PICS yang berhasil disita. Barang kosmetik yang disita Badan POM karena diedarkan tanpa izin. Ini disampaikan langsung kepala BPOM, Sjafri Ahmad di ruang kerjanya, Rabu (15/1). Dikatakan Sjafri, 1.942 PISC yang disita jika dipresentasikan dalam bentuk harga berjumlah Rp 34 juta lebih. Hasil sitaan yang dilakukan pihaknya, kata Sjafri, diperoleh dari sejumlah tempat penjualan kosmetik di kota Daruba kecamatan Morotai Selatan (Morsel). “Jadi bukan cuman di satu tempat saja, tapi banyak kita temukan ditemukan beberapa tempat kios dan toko kosmetik di seputaran kota Daruba. Ribuan kosmetik dari berbagai jenis itu kita sita sepanjang tahun 2019,”sebutnya.  Tidak hanya itu, jenis produk racikan yang tidak mengantongi izin edar ikut disita. Mulai dari merek 99, diamond dan lain sebagainya. Meski demikian, ribuan produk kosmetik hasil sitaan belum juga dimusnahkan lantaran pihaknya masih harus melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Sebab menurutnya, produk kosmetik ilegal memiliki kandungan kimia yang berbahaya sehingga dapat merusak lingkungan. “Makanya dalam pemusnahan, kita juga harus hari-hati dan berkoordinasi terlebih dahulu dengan DLH,”akunya.

Berkaitan dengan penjual yang dengan sengaja mengedarkan produk ilegal hanya diberikan peringatan keras agar tidak lagi melakukan hal yang sama. "Kita bina, supaya kedepan tidak ada lagi yang menjual kosmetik seperti itu. Kita juga selalu  memberikan aplikasi kepada mereka. Seperti aplikasi cek kemasan, cek izin label hingga aplikasi cek batas kedaluarsa. Dengan aplikasi ini, mereka para penjual  bisa melihat produk yang lebih layak dan terdaftar di badan POM,"ungkapnya. Selain pembinaan, para penjual produk ilegal juga bisa dikenakan tindak pidana. "Ada pembinaan hingga peringatan keras. Kalaupun masih ditemukan melakukan hal yang sama, maka ada sanksi hukum sesuai undang-undang,"kata Sjafri. Kendati demikian, pihaknya belum menemukan bahkan memproses penjual produk ilegal hingga ke jalur hukum. Penyitaan kosmetik ilegal sepanjang tahun 2019 ini berbeda dengan tahun 2018 sebelumnya. Dimana, sepanjang tahun 2018, tidak ada produk ilegal yang ditemukan badan POM dalam upaya penertiban. “2018 kita belum amankan produk ilegal sebab tidak ada yang kita temukan,”kata Sjafri. Sementara itu, mengawali tahun 2020, pihaknya belum mengagendakan upaya yang sama. “Kita belum menggelar sidak,”tandasnya.(tr-04/aji)