Pembangunan Gedung Unipas Mangkrak

KAMPUS:Tampak lahan Unipas yang sampai saat ini belum menunjukan adanya pembangunan gedung oleh pihak kontraktor hingga saat ini.

DARUBA-Tahapan pembangunan gedung Universitas Pasifik (Unipas) kabupaten Pulau Morotai, dikeluhkan. Pasalnya, janji Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Pulau morotai untuk membangun sejak 2019 lalu tak kunjung dilakukan sampai saat ini. Wakil Rektor (Warek) II Unipas, Irfan H. Abd Rahman saat dikonfirmasi Jumat (21/2) mengaku kecewa. Meski demikian, dirinya belum mengetahui pasti keterlambatan pembangunan gedung Unipas yang dibiayai APBD senilai Rp 25 miliar itu. “Padahal, rencana pembangunan sejak 2019 hingga akhir Februari 2020 yang terlihat hanya satu galian fondasi gedung. Sementara yang kami tahu, program multiyears ini terdiri atas tiga gedung, yaitu rektorat, auditorium dan laboratorium,"sebutnya. Atas keterlambatan ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan dians Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) agar bisa ditindaklanjuti. Sebab lanjut dia, dalam proyek multiyears, batas pembangunan hanya sampai tiga tahun. “Kami sudah sampaikan secara lisan tapi tidak ditindaklanjuti sampai saat ini,”aku Warek. Karena itu, dalam kesempatan kemarin, pihaknya mendesak DPRD agar segera memanggil dinas PUPR dan PT. Rajawali Indah Permai selaku pihak ketiga untuk dimintai penjelasan. “Kami meminta komisi III DPRD memangil pihak terkait  seperti Dinas PUPR dan kontraktor pelaksana untuk dimintai keterangan atas terlambatan pembangunan ini,”pintanya. Terpisah, kepala dinas PUPR, Abubakar A Rajak berjanji untuk menegur kontraktor atas keterlambatan pembangunan. “Surat teguran tentang kelambatan pekerjaan akan kami layangkan. Memang benar ada keterlambatan kerja,”janjinya, menutup. Diketahui, proyek pembangunan gedung Unipas dengan luas lahan 26 hekatare ini bersumber dari APBD dengan  total anggaran  25 miliar dan dikerjakan PT. Rajawali Indah Permai.(tr-04/aji)