Puluhan Anak TK Aba Terlantar

BANGUNAN:Tampak kondisi dinding bangunan TK Aba Kuningan di desa Muhajirin Baru kecamatan Morotai Selatan yang disegel pemiliknya, Selasa (25/2) BAGIAN LAIN:Tampak sejumlah wahana bermain bagi anak didik yang serba terbatas.

DARUBA-Minimnya perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Pulau Morotai membuat puluhan anak didik di Taman Kanak-Kanak (TK) Aba Kuningan terpaksa belajar sekaligus bermain di halaman rumah warga. Kondisi ini menyusul biaya sewa gedung yang berlokasi di desa Muhajirin Baru kecamatan Morotai Selatan, belum dibayar pihak pengelola sehingga disegel pemiliknya. Meski demikian, belum diketahui jelas siapa pemilik bangunan yang menyewakan tempatnya itu untuk dijadikan sebagai TK sementara.
Berdasarkan pantauan dilapangan, Selasa (25/2), kondisi bangunan TK yang disegel pemilik hanya dilapisi papan diikuti sejumlah wahana bermain bagi para anak. Saat disegel, papan nama TK Aba Kuningan juga ikut dicopot pemilik bangunan.

"Anak-anak kami terpaksa belajar dihalaman rumah warga karena bangunan sekolah disegel pemiliknya,"aku sejumlah orang tua didik kepada wartawan.

Menurut pengakuan mereka, penyegelan TK Aba Kuningan dilakukan pemilik bangunan karena pihak pengelola tidak mampu membayar sewa dengan biaya sebesar Rp 2 juta per tahunnya. "Harapan kami, pemerintah bisa mencari mencari solusi agar anak-anak kami bisa kembali belajar dan bermain seperti bisanya,"pinta mereka.

Terpisah, Kepala Sekolah (Kepsek) TK Aba Kuningan, Jubaida Hi. Hamid Bilo saat dikonfirmasi, membenarkan aksi penyegelan banguan TK yang disewa pihaknya itu. Bahkan kata Jubaida, penyegelan yang dilakukan pemilik bangunan tidak melalui koordinasi. “Memang uang kontrak sewa bangunan saya belum bayar, makanya rumah milik salah satu tenaga guru kita dimanfaatkan sebagai TK sementara, sebab per tahunnya, uang sewa yang harus kita bayar itu Rp 2 juta. Tapi belum sampai setahun, pemilik bangunan sudah minta bayar dan tanpa koordinasi langsung melakukan aksi pemalangan. Kal ini saya sudah tidak bayar dan menempati gedung itu lagi,”katanya. Dikatakan Jubaida, aksi pemalangan bangunan TK itu dilakukan sejak Minggu malam. “Saya sudah kasih tahu di salah satu Kabid di Dikbud. Menurut mereka, dalam juknis tidak ada anggaran untuk mengatasi persoalan ini,”ungkap Jubaida.

Menanggapi ini, Kepala Seksi (Kasi) kurikulum penilaian peserta didik pembangunan karakter di Dikbud, Arafik R. Rahman menjelaskan, persoalan yang terjadi murni karena dari pihak pengelola TK yang tidak membayar uang sewa bangunan.

"Menurut pengelola, untuk sementara aktivitas di TK Kuningan menggunakan rumah milik salah satu guru sambil menunggu gedung TK tahun ini selesai dibangun. Pembangunannya baru dimulai Maret bulan depan. Saya sudah panggil pihak pengelola untuk dimintai klarifikasi. Pengakuan mereka ini hanya persoalan uang sewa kontrakan saja,”ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud), F. Revi Dara  berjanji untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di TK Aba Kuningan. "Saya segera perintahkan Kabid turun ke lokasi dan menyelesaikan semua masalah,”janjinya. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Revi juga akan mendorong percepatan pembangunan TK Aba Kuningan dalam tahun ini agar segera  difungsikan. "Jika tidak ada kendala, akhir bulan ini tahapan pembangunan mulai jalan sebab lahan di desa Muhajirin Baru juga sudah siap,”pungkasnya.(tr-04/aji)