Komisi III Ancam PT. Rajawali Indah Permai

TINJAU:Rombongan komisi III bersama dinas PUPR saat meninjau lokasi lahan pembangunan kampus Unipas di desa Lemonade kecamatan Morotai Selatan, Jumat (28/2)

DARUBA-Janji komisi III DPRD kabupaten Pulau Morotai memanggil dinas Pekerjaan Umum dan Oerumaha  Rakyat (PUPR) dalam menyikapi molornya pembangunan kampus Universitas Pasifik (Unipas), dipenuhi. Setelah resmi memanggil dinas PUPR dan  dimintai penjelasan dalam tatap muka yang berkangsung di kantor DPRD, Jumat (28/2), komisi III langsung meninjau lahan Unipas di desa Lomonade kecamatan Morotai Selatan (Morsel). Ikut dalam tinjuan kemarin, Kepala Dinas (Kadis) PUPR mendampingi komisi III, Abubakar A Rajak. Di sela-sela tinjauan, ketua komisi III, M. Rasmin Fabanyo mengaku,  molornya pembangunan kampus Unipas dengan total anggaran mencapai Rp 24  miliar lebih adalah murni kesalahan dari pihak PT Rajawali Indah Permai sebagai kontraktor atau pihak ketiga. Karena itu, pihaknya memberikan warning keras terhadap PT Rajawali Indah Permai yang dipimpin Tony Talehala. "Dinas PU kami sudah minta agar sesegera mungkin melayangkan teguran tertulis ke pihak ketiga karena PUPR punya kewenangan,"aku Rasmin. Tidak hanya itu, dalam kesempatan ini, Rasmin dengan tegas juga meminta PUPR supaya bersikap tegas. "PUPR punya kewenangan untuk memutus kontrak kerja dengan pihak ketiga secara sepihak melalui pertimbangan waktu. "Jadi kalau bisa, pembangunan harus dilaksanakan secepatnya,"pinta Rasmin dengan nada tegas. Ia juga sempat menanggapi rencana teguran yang nantinya dilakukan PUPR.

"Kalau sampai teguran atau panggilan dari dinas tidak diindakan, maka kami dari komisi yang akan bersikap. Tentunya kami tidak segan-segan mengeluarkan rekomendasi ke dinas PUPR agar memutuskan kontrak kerja,"ungkap Rasmin. Sesuai hasil kesepakatan dengan pihak ketiga yang ditandatangani, alat berat sudah harus diturunkan ke lokasi. "Kami minta segera dilanjutkan sebab proyek seperti  mesjid raya dan yang lain sudah jalan. Jangan hanya karena tahapan ini lantas mengganggu tahapan yang lain. Kita minta pihak ketiga lebih pro aktif dalam membangun Morotai,"pintanya.

Rasmin bilang, pekerjaan kontrak pembangunan kampus Unipas dimulai 2019 dan baru akan berkahir pada 2021. "Jadi waktunya hanya dua tahun. Ini sudah kita sampaikan ke Kadis PUPR tadi (Jumat kemarin) agar segera mengevaluasi kontrak kerja yang telah disepakati bersama antara kami di DPRD dengan eksekutif,"ujarnya. Ia ikut menyebutkan, total PAGU anggaran pembangunan gedung Unipas sebesar Rp 24 miliar akan digunakan secara bertahap. Untuk tahap pertama, pembangunan gedung rektorat dilanjutkan dengan laboratorium hingga auditorium. "Nah masalahnya hanya soal lahan sisa auditorium seluas 1 hektare sehingga belum ada pembangunan, makanya kami minta agar segera dibangun. Total pencairan sudah 3 persen dari Rp 24 miliar. Ini berarti sudah sekitar 700 juta yang dicairkan sementara kita lihat sendiri di lokasi, tahapan baru sampai pada penggalian,"cetusnya.

Sementara itu, Abubakar A. Rajak selaku Kadis PUPR berjanji untuk memangil  pihak PT. Rajawali Indah Permai. "Hari Senin kami akan panggil direkturnya untuk dimintai penjelasan. Itu pasti kami lakukan,"janjinya menutup.(mg-03/aji)