Lahan Unipas Bermasalah

LAHAN:Lahan kampus Unipas di desa Lemonade kecamatan Morotai Selatan yang masih terlihat kosong tanpa ada satupun bangunan yang berdiri.

DARUBA-Tahapan pembangunan kampus Universitas Pasifik (Unipas) kabupaten Pulau Morotai dipastikan terlambat. Hal ini menyusul lahan pembangunan gedung yang masih berstatus sengketa. Demikian disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab), Sunardi Barakati, Kamis (5/3). Dijelaskan Sunardi, lahan yang masih berstatus sengketa baru bisa dibebaskan atau dibayar pemerintah bila sudah ada putusan dari pengadilan. "Dua pihak keluarga, yakni Bie dan Tagaku masih mempertahankan haknya masing-masing sehingga kami tinggal menunggu hasil putusan pengadilan. Karena sesuai info yang kami terima, lahan ini masih sengketa, dimana melibatkan dua keluarga tersebut sehingga masih menunggu putusan pengadilan,"akunya.

Namun, meski belum ada putusan inkra dari pengadilan, kedua belah pihak telah bersepakat untuk menjual lahan mereka untuk pembangunan gedung kampus. Tapi kata Sinardi, kesepakatan bersama antara kedua belah pihak harus diikuti dengan penandatangan surat perjanjian yang nantinya dijadikan sebagai pegangan bukti. “Selama belum ada penandatanganan kesepakatan, kami tidak akan membebaskan lahan tersebut, kecuali sudah ada putusan pengadilan yang dimenangkan salah satu pihak,”jelasnya.

Sunardi khawatir jika sebelum ada putusan inkra dari pengadilan namun tahapan pekerjaan dipaksakan untuk tetap dilakukan bakal menuai masalah di kemudian hari, terutama complain dari kedua keluarga tersebut. “Ini yang harus diantisipasi,”katanya. Disebutkan Sunardi, luas lahan yang hingga kini masih bermasalah yakni 2 hektare lebih dengan besaran nilai Rp 400 juta. "Mereka masing masing punya dokumen tapi kami belum mau memutuskan sambil menunggu putusan inkra dari pengadilan,”tandasnya.(tr-04/aji)