Masker di Morotai Habis Terjual

CORONA:Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) kesiapsiagaan yang digelar bupati Benny Laos bersama pimpinan OPD, Senin (16/2)

DARUBA-Untuk mencegah agar tidak tertular virus Corona, langkah awal yang harus dilakukan yakni menggunakan masker. Namun apa jadinya jika stok masker yang biasa dijual di apotik, habis. Seperti yang terjadi di kabupaten Pulau Morotai. Lantaran tidak mendapatkan masker, warga yang khawatir dengan ancaman Corona lalu mengeluh. “///Tong so cari di sejumlah apotek yang ada di Daruba, tapi semua habis,”aku sejumlah warga, Senin (16/3). Berdasarkan pantauan di sejumlah apotek, Sebut saja Kimia Farma di desa Darame dan Apotek Alfiyah mengalami kekosongan stok masker.

Yeni, salah satu petugas di apotek Kimia Farma mengaku, pengadaan stok masker sejak merebaknya virus Corona sangat terbatas. "Pengguna masker juga meningkat makanya habis terjual,”aku Yeni. Disebutkan Yeni, harga per dos masker dijual seharga Rp 200 ribu. “Dalam satu dos berukuran kecil isinya 50 masker. Untuk stok sudah kosong sejak Februari lalu sebeb kita juga cuma order dari Ternate,”sebut Yeni. Senada juga diakui Iyah, petugas apotek Alfiyah. “Kami ambilnya dari Ternate langsung. Tapi untuk saat ini belum kami pesan sebab harganya sudah mahal,”aku Iyah. Iyah juga menyebutkan, penjualan masker di apotek Alfiyah per dos dijual seharga Rp 300 ribu. “Tapi sudah satu bulan belakangan stok masker kosong dan belum kami order dari Ternate sebab harganya sudah mahal,”ungkapnya. Sementara itu, pihak RSUD kabupaten Morotai saat ini sedang menyiapkan ruangan isolasi sebagai langkah antisipasi jikalau ada masyarakat Morotai yang tertular Corona. Direktur RSUD, Julius Gischard saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, ruang isolasi saat ini dalam tahap pekerjaan. “Yang kita sediakan hanya ruang isolasi. Jadi kalau ada pasien yang tertular kita belum bisa melakukan penanganan hingga sembuh sebab ruang isolasi yang dinyatakan lengkap hanya di RSUD Chasan Bosoeiri, Ternate,”ujarnya.

Olehnya itu, penanganan yang dilakukan RSUD Morotai hanya bersifat sementara. “Ruangan yang baru dibangun itu ada dua. Itupun hanya sementara saja,”akunya. Dari hasil pantauan, ruang isolasi yang disediakan pihak RSUD hanya disekat dengan bahan material kayu.

Kesiapsiagaan juga mulai dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda)
kabupaten Morotai sebagai bentuk antisipasi merebaknya virus Corona. Ini ditandai dalam Rapat Koroodinasi (Rakor) di kediaman bupati Benny Laos yang berlokasi di desa Yayasan.

Dalam rapat kemarin, Plt Kadinkes, dr. Julius Jiscard Krons menjelaskan, status penularan virus Corona di Indonesia patut diantisipasi agar penyebarannya tidak meluas hingga ke Morotai. “Perlu dilakukan peningkatan kesadaran dari masyarakat untuk terus hidup sehat dan menghindari adanya perjalanan domestik hingga luar negeri,”jelasnya. Ditempat yang sama, bupati Benny Laos menyampaikan, upaya pencegahan dini adalah respon Pemda menanggapi instruksi presiden Jokowi. "Presiden berharap semua kepala daerah melakukan pencegahan dan antisipasi penyebaran Covid-19 sehingga tidak meluas serta berdampak di bidang serta sektor lainnya,”pinta bupati. Dalam kesempatan ini, ia berharap pencegahan virus Corona di Morotai harus dilakukan secara maksimal dengan membentuk tim Satgas. “Nanti Satgas akan bergerak. Sedangkan untuk Dinkes wajib menyediakan kebutuhan medis dan Alat Kesehatan (Alkes) sebagai pendukung dalam melakukan langkah pencegahan,”pintanya. Dalam Rakor kemarin, turut hadir juga Kaban Kesbangpol Lauhin Goraahe, Camat Morsel Darmin Djaguna, Camat Mortim, Sahril Umasugi, Camat Morut, Marwan Sidasi, Camat Moria Fahrudin Banyo serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemda.(tr-04/aji)