Sebanyak 187 Warga Masuk Karantina Mandiri

KARANTINA:Tampak puluhan penumpang yang baru saja tiba dengan KM. Ratu Maria di pelabuhan Morotai, Rabu (25/3) masuk Karantina.

 DARUBA-Pihak Bandara Pitu kabupaten Pulau Morotai belum juga menutup akses jalur penerbangan hingga saat ini. Kondisi ini berbeda dengan kabupaten Kepulauan Sula yang justru sudah lebih dulu menutup akses di Bandara. Kepala Bandara (Kabandara) Pitu, Syamsuddin Soleman saat dikonfirmasi Rabu (25/3) mengaku kalau pihaknya belum menerima instruksi atau edaran resmi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. "Kita tunggu intruksi bupati atau gubernur karena ini juga menyangkut perputaran ekonomi di daerah. Penutupan Bandara itu tidak sembarangan sebab dampaknya akan dirasakan masyarakat,"akunya.

Sementara untuk jalur laut, para penumpang yang tiba langsung menjalani karantina. Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub), Ahdad Hi. Hasan mengatakan, akses transportasi melalui jalur laut masih tetap beroperasi seperti biasa. Hanya saja, kata dia, semua penumpang yang tiba wajib mengikuti karantina, guna mengantisipasi penularan virus Corona.

"Semua penumpang akan di karantina, baik yang sakit maupun yang sehat," singkatnya. Hingga Senin kemarin tercatat, ada sekitar 197 penumpang yang mengikuti karantina. Namun dari total ini, sebanyak 10 orang sudah dipulangkan sebab kondisi mereka sehat dan baik-baik saja. Praktis, total warga yang menjalani karantina di Morotai sebanyak 187 orang. Dari total yang ada, belum ada satupun yang berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP). "Semua masih menjalani karantina mandiri,"ungkap koordinator tim data Satgas, Muhammad Taufik. Dikatakan Taufik, semua penumpang yang tiba di Morotai menjalani karantina mandiri di sejumlah penginapan yang disediakan Pemda.

Upaya ini dilakukan berdasarkan instruksi bupati Benny Laos yang sebelumnya resmi mengumumkan wilayah kabupaten Pulau Morotai berstatus tanggap darurat. Setelah menetapkan Morotai berstatus tanggap darurat pencegahan Covid-19, tim Satgas yang dibentuk juga wajib menaikan standar pelayanan protokol satu level dari ketentuan umum diikuti penyemprotan disinfektan di area publik dan rumah-rumah warga terhitung sejak Selasa kemarin. Selain itu, Satgas juga wajib mengawasi para penumpang di pintu masuk, baik di pelabuhan hingga bandara melalui screnning. Dalam kesempatan ini, Benny juga menambahkan, setelah menjalani scranning atau pemeriksaan suhu tubuh, seluruh penumpang yang tiba di Morotai, wajib mengikuti karantina selama 14 hari. "Karantina bagi yang terindikasi Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertempat di RSUD selama 14 hari. Kalau evakuasi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) wajib dikeluarkan dari Morotai dan dibawa ke rumah sakit rujukan," bebernya

Olehnya itu, Benny menghimbau kepada seluruh masyarakat Morotai untuk mengikuti semua instruksi Pemda, terutama menghentikan kegiatan atau acara keramaian yang mengundang banyak orang, menjaga kebersihan diri dengan rajin mencuci tangan menggunakan hand sanitizerserta banyak mengkonsumsi makanan bergizi. "Berolahraga secara teratur serta perbiasakan diri saat flu atau batuk dengan menutup mulut menggunakan tisu atau sapu tangan,"imbaunya.(tr-04/aji)