Paramedis dan Guru "Gigit Jari"

F. Revi Dara

DARUBA-Keluhan sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di RSUD Morotai yang hingga kini belum menerima Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) menjadi pukulan telak bagi Pemerintah Daerah (Pemda), termasuk Dinas Kesehatan (Dinkes). Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes), Julis Jiscard Crons pada Rabu (1/4) mengaku, pembayaran TKD untuk paramedis, baik tenaga dokter hingga perawat dan bidan yang bertugas di RSUD, puskesmas hingga di internal Dinkes untuk bulan Februari hingga Maret akan dibayar. "Kami tetap bayar. Pembayaran memang belum karena Pemda masih fokus pembayaran gaji. Setelah pembayaran gaji selesai baru dilakukan pembayaran TKD,”akunya.

Kata Julis, masalah TKD yang dikeluhkan memang hampir rata-rata dialami semua ASN di lingkup Pemda. Ini, lanjut Julis, karena TKD yang baru dibayar hanya bulan Januari. Sementara sisa untuk bulan Februari dan Maret belum dibayar. Namun, untuk memenuhi hak dari para ASN, pihaknya telah mengajukan Surat Perintah Membayar (SPM) di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk pembayaran sisa TKD, dua bulan terakhir. "Jadi TKD untuk Februari dan Maret hampir semuanya belum terima, termasuk saya sendiri. Jadi bukan hanya paramedis saja. Kini sudah diajukan permintaan ke keuangan dan sudah diproses. Tapi fokusnya masih gaji dulu, setelah itu baru TKD,"janjinya.

Selain TKD paramedis yang hingga kini belum dibayar, hal yang sama juga dialami para guru. Dari keluhan yang diterima, selama dua bulan ini, TKD para guru di Morotai juga belum dibayar. Hal ini mencuat setelah adanya keluhan dari sejumlah guru. Dikeluhkan, TKD untuk bulan Februari hingga Maret belum dibayar.  "Padahal ini sudah masuk bulan empat. Biasanya TKD itu sudah dibayar mulai tanggal 20 ke atas, tapi sampai masuk April ini belum juga dibayar, padahal itu sangat kami butuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup ditengah situasi darurat ancaman Covid-19,"aku sejumlah guru. Bahkan kata mereka, upaya koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) belum membuahkan hasil. Parahnya lagi, para guru ini hanya diberikan janji. "Rencana pembayarannya simpang siur. Dijanjikan besok lah, lusa lah, Minggu depan lah. Kita tidak tahu kapan pastinya sementara kebutuhan hidup kita sehari-hari sudah sangat urgen ditengah ancaman Covid-19,"sesal mereka.

Menanggapi ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Kadikbud), F. Revi Dara saat dikonfirmasi mengakui kalau TKD guru akan di bayar dalam beberapa hari kedepan. Tinggal menunggu daftar hadir guru dari masing-masing sekolah sebagai salah satu syarat pembayaran TKD.

"Anggarannya sudah ada. Kita juga sudah mengajukan SPM ke keuangan tapi persyaratan daftar hadir dari kepala-kepala sekolah dimasukan dulu. Ini yang kami masih tunggu dari sekolah-sekolah, sebab sampai sekarang belum ada Kepsek yang memasukan daftar hadir,"ungkapnya.

Dia menjelaskan, pembayaran TKD tidak bisa dilakukan jika persyaratan administrasi, terutama daftar hadir para para guru tidak dimasukan pihak sekolah. "Tidak bisa cairkan tanpa daftar hadir, karena itu sudah menjadi persyaratan,"tambah Revi. Namun dalam kesempatan kemarin, Revi berjanji untuk membayar TKD para guru jika semua persyaratan sudah dipenuhi pihak sekolah. "Kami siap bayar untuk sisa dua bulan. Sekarang yang kita butuhkan hanya daftar hadir guru. Untuk Maret daftar hadir tidak kami minta sebab sudah libur, hanya Februari saja,"tutupnya.(tr-04/aji)