Pemda Dinilai Diskriminasi

BAGI:Pembagian Sembako di desa Gotalamo, Jumat (3/4)

DARUBA-Aksi pembagian Sembilan Bahan Pokok (Sembako) yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Pulau Morotai, guna meningkatkan daya tahan tubuh masyarakat agar tidak mudah terinfeksi Covid-19, menuai keluhan. Pasalnya, pembagian Sembako tidak dilakukan secara merata. Ada sebagian masyarakat di kecamatan Morotai Selatan (Morsel) yang belum kebagian sehingga menuai keluhan.

Sebagian besar yang tidak kebagian sembako adalah warga yang tinggal di kos-kosan, desa Gotalamo. Berdasarkan pantauan Jumat (3/4), pembagian Sembako yang dilakukan pegawai Bappedalitbang menggunakan mobil pick up, hanya disalurkan ke warga yang mendiami rumah permanen. Sementara warga yang masih indekos namun bekerja dan menetap di desa Gotalamo, tidak kebagian "Kalau bagi-bagi beras harus merata, jangan sebagian diberikan yang lain tidak diberikan. Kami juga manusia yang berdomisili di Morotai,"kesal sejumlah warga kos-kosan. Menurut mereka, pembagian Sembako yang dilakukan Pemda terkesan pilih kasih. "Seharusnya orang-orang yang tinggal di kosan juga dapat, sebab kita yang bekerja juga diminta untuk tinggal dirumah. Kalau kita tidak bekerja, kita mau makan apa,"kesal mereka.

Menanggapi ini, kepala Bappelitbangda, Abjan Sofyan saat dikonfirmasi mengaku, pembagian Sembako hanya diperuntukan bagi warga asli Morotai yang sudah memiliki hunian tetap. "Kami data hanya yang punya rumah, jadi bantuannya diberikan ke masyarakat yang punya rumah. Untuk masyarakat yang tinggal di kosan akan diberikan kalau ada kelebihan,"tandasnya. Sebagaimana diketahui, dalam pembagian Sembako yang dilakukan Bappedalitbang kemarin, bervariasi. Mulai dari beras 5 kilogram hingga sabun dibagikan ke setiap Kepala Keluarga (KK).(tr-04/aji)