Satu Pasangan Nikah Online

Ilustrasi

DARUBA-Buntut dari pencegahan penularan virus Covid-19 telah melumpuhkan segala aktivitas, baik swasta maupun kantor-kantor negeri. Demikian halnya, pelayanan di Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan Morotai Selatan (Morsel) yang terpaksa harus melalui online. Sistem pelayanan online membuat pihak KUA semakin ketat dalam pelayan, terutama bagi para janda dan duda yang hendak menikah lagi. Secara administrasi, para janda dan duda yang hendak menikah lagi diwajibkan melengkapi sejumlah persyaratan penting. Diantaranya bukti akta cerai dari pasangan sebelumnya atau akta kematian jika pasangan sebelumnya meninggal dunia. 

Sementara bagi pasangan poligami, diwajibkan untuk melampirkan nomor ijin poligami dari Pengadilan Negeri (PN). Semua syarat ini, wajib disertakan dalam pengurusan administrasi secara online. "Semuanya akan kami input sebab datanya connect langsung dengan Kementrian Agama maupun Kakanwil,"aku kepala KUA, Jalil Naki, Minggu (5/4).

Sambung Jalil, jika persyaratan yang ditentukan tidak dipenuhi, maka proses akad nikah yang dilaksanakan, batal demi hukum. "Jelas tidak dilegalkan negara. Dan perlu diingat, penerapan sistem online ini juga membatasi orang-orang yang sudah janda atau duda untuk menikah lagi jika persyaratan administrasi tidak dipenuhi. Sistem akan menolak dengan sendirinya,"aku Jalil.

Selain itu, pernikahan dini bagi pasangan muda dibawa 19 tahun juga dibatasi sistem. "Langsung diblokir sistem,"cetusnya. Disebutkan, sejak 2019 hingga Maret 2020, pihaknya mencatat, sudah 180 pasangan yang menikah. "Sistem ini sudah kita terapkan sejak 2018 tetapi banyak yang belum tahu, padahal sudah disosialisasikan lewat mesjid-mesjid. Mereka yang tidak tahu selalu datang langsung ke kantor. Padahal bisa dijangkau melalui online,"jelasnya.

Ditempat terpisah, kebijakan pelayanan online juga ikut diterapkan KUA kecamatan Bacan, kabupaten Halsel.
Kepala KUA, Ikbal Hi. Zen mengaku, tidak hanya pasangan yang ingin mendaftarkan diri untuk menikah saja, namun proses akad nikah juga bisa dilakukan secara online. Sejauh ini, Ikbal mengaku kalau di Halsel, sudah ada satu pasangan yang mendaftar dan telah melaksanakan akad nikah secara online. "Sudah ada pasangan yang melangsungkan pernikahan secara online. Yakni pasangan dari desa Hidayat,"pungkasnya.(tr-04/sam/aji)