Dilarang Berlabuh, Dua Speedboat Tobelo-Morotai Terlantar

Dua speedboat yang tak diizinkan berlabuh di Pelabuhan Daruba. (SOFYAN TOGUBU/MALUTPOST.ID)

Daruba, malutpost.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pukau Morotai tak mengizinkan dua speedboat rute Tobelo-Morotai berlabuh di Pelabuhan Daruba, Kamis (23/4). Akibatnya, dua speedboat yang mengangkut penumpang itu terlantar di perairan depan pelabuhan selama 2 jam. Padahal kedua speedboat dengan total penumpang 19 orang ini mengaku sudah diizinkan pihak Gugus Tugas Halmahera Utara untuk berlayar dengan surat izin bepergian Nomor 79 dan 80/SatgasCovid-19/Halut tentang Izin Bepergian ke Morotai.

 

Saat diwawancarai, Fat, salah satu penumpang mengaku kesal dengan sikap Gugus Tugas Morotai. "Kami dari jalur Tobelo-Morotai di Tobelo diizinkan Satgas-19 Tobelo, namun kami tiba di Morotai sudah 2 jam perkiraan dari pukul 11 tidak diizinkan turun. Kami juga tidak tahu alasan apa," kesalnya sembari mengaku penumpang belum makan dan kelaparan.

 

Sementara Midi, salah satu motoris speedboat mengatakan dua speedboat masing-masing memuat 13 dan 6 penumpang. "Torang yang pulang (ke Morotai) ini karena doi sudah tidak ada lagi. Lebih lanjut perjalanan menuju Morotai ini sendiri sudah diberikan izin dari Penanganan Covid di Halut," kata dia.

 

Pemerintah Morotai sendiri dalam sehari hanya mengizinkan dua speedboat berlabuh di Pelabuhan Daruba. Alhasil dua speedboat ini yang merupakan speedboat ketiga dan keempat tak diizinkan sandar. "Ini barangkat karena emergensi, karena jika berlama-lama di Tobelo tong punya biaya hidup siapa yang biayai? Kita mengeluh ke Bupati Halut dan Bupati merespons ini dan diizinkan untuk ke Morotai. Ini karena fakor emergensi, jika berlama-lama siapa yang menanggung biaya hidup selama di Tobelo?" pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, kedua speedboat tetap belum diizinkan berlabuh.(tr-04)