Masuk Lewat Jalur “Tikus”, 40 Pekerja Proyek Dijemput Tim Gustu Morotai

Kapal yang ditumpangi pekerja proyek di Morotai. (ISTIMEWA)

Daruba, malutpost.id - Warga berada di Desa Titigogili, Kecamatan Morotai Jaya resah. Pasalnya, pekerja proyek jambatan di desa tersebut tidak menjalani karantina kesehatan. Padahal mereka baru tiba dari Kota Ternate dan Tidore Kepulauan, menggunakan kapal Cahaya Fitra, Sabtu (30/5) siang tadi. 

"Pekerja ini datang dengan kapal di desa untuk membuat jembatan, namun ada desakan dari warga sebelum melakukan pekerjaan sebaiknya karatina dulu," kata sejumlah warga Titigogili

Koordinator Bidang Penjaringan Pelaku Perjalanan Gustu COVID-19, Kabupaten Pulau Morotai Ahdad Hi. Hasan membenarkan kedatangan para pekerja tersebut tanpa pemberitahuan ke petugas Gustu.

Kepala Dinas Perhubungan juga mengaku Kapal landing craft tank (LCT) yang mereka tumpangi juga tidak dibenarkan mengangkut penumpang. Untuk itu, kata Ahdad, pihaknya meminta Syahbandar Morotai memberi sanksi nahkoda kapal.

”Itu tidak bisa bawa penumpang, kita sudah cek ke Sahbandar Morotai, setiap kapal angkut penumpang ke Morotai harus ke Daruba kita sudah cek dokumen bahwa kapal tidak bawah penumpang jadi nahkoda harus diberi sanksi," katanya.

Terpisah, Pengendali Karantina COVID-19 Morotai, H. Karim mengatakan para pekerja sudah dikaratina." Masih proses pergeseran menuju Gor," pungkasny. (tr-04)

 

 

-

Peliput  : Sofyan Togubu

Editor    : Ikram Salim