BBM di Morotai Langka saat Natal, Antrian Kendaraan Mengular

Ratusan kendaraan roda dua tampak mengular akibat BBM langkah di Morotai, Jumat (25/12/2020). (Foto: Sofyan/malut)

Daruba, malutpost.id -- Antrian panjang kendaraan roda dua dan empat terjadi di SPBU, Kabupaten Pulau Morotai, Jumat (25/12/2020). Kondisi ini sudah terjadi sehari jelang hari raya Natal, dimana ratusan kendaraan mengular di SPBU yang terletak di Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan itu sejak pukul 09.00-17.40 WIT.

Amatan malutpost.id, antrian sepanjang sekira satu kilometer atau dari SPBU hingga depan SMP 1 Unggulan. 

Endi, salah satu pengendara mengaku kelangkaan BBM jenis bensin dan solar mulai terjadi sejak Kamis kemarin. Dia mengaku heran, jelang hari raya BBM di Morotai kompak kehabisan stok BBM.

"Anenya, di Pulau Morotai sering terjadi kelangkaan BBM itu setiap pada hari-hari besar. Antrian panjang di SPBU, dan setiap pengecer pun secara serantak habis tiba-tiba," katanya.

Ia berharap, pemerintah segera menyelesaikan masalah tersebut agar tidak berkepanjangan. "Di hari besar masyarakat sangat butuh BBM, untuk mudik bersama keluarga dan kebutuhan sehari-hari," tambahnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindakop dan UKM Pulau Morotai Nasrun Mahasari menjelaskan, antrian panjang ini lantaran keterlambatan pasokan BBM. Kondisi ini juga dipicu aktivitas bongkar muat kapal yang sempat terlambat karena pelabuhan penuh. Dia memastikan antrian tersebut segera teratasi.

"Bensin tidak kosong, kendalanya kapal pagi masuk pelabuhan full sehingga tidak bisa bongkar. Kapal muat BBM ini bongkar setelah shalat Jumat. Mudah-mudahan bisa diselesaikan semua," jelasnya

Di katakannya, jatah BBM untuk Morotai diangkut dari Tobelo. Untuk bensin pasokannya 30 ton sementara solar 15 ton. Nasrun mengaku, selalu berkoordinasi dengan penyedia BBM di Morotai. "Saya sudah minta pengelola untuk selesaikan sehingga besok ada antrian lagi tapi tidak seperti ini, tetap kita kawal ini," ucapnya.

Di singgung soal  indikasi penimbunan BBM oleh oknum tertentu, Nasrun mengaku belum mengetahui itu. "Belum ada tanda-tanda penimbunan, sebenarnya hanya kendala teknis saja, ini situasional saja tidak selamanya begitu ini baru terjadi," tutupnya.(tr-04)


-

Peliput : Sofyan Togubu

Editor   : Ikram