BKD Gantung SK CPNS Morotai


Ilustrasi Tes CPNS.(kompas)

DARUBA - 176 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Pulau Morotai yang lolos tes pada 2018 lalu, hingga saat ini belum menerima Surat Keputusan (SK) 100 persen. 

Hal ini menyusul Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pulau Morotai, belum juga melaksanakan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar) kepada ratusan CPNS tersebut. Padahal dihampir seluruh Kabupaten Kota se Maluku Utara (Malut), Latsar sudah dilaksanakan sejak tahun 2019. Dan di tahun 2020, CPNS sudah terima SK 100 persen.

Salah satu CPNS Morotai kepada koran ini mengaku, akibat belum mengikuti Latsar, status mereka belum sepenuhnya jadi PNS. Selain itu, untuk tunjangan mereka juga belum bisa terima karena SK belum penuh 100 persen. "Bukan hanya gaji dan tunjangan yang jadi soal, namun status CPNS yang disandang bisa hilang jika Pemda melalui BKD sengaja mengulur waktu pelaksanaan Latsar. Karena salah satu sanksi tidak dilaksanakan Latsar adalah pemutihan status CPNS, apalagi sudah dua tahun pasca penerimaan. Jadi kami minta Pemda agar perhatikan Latsar," kesal salah satu CPNS kepada koran ini yang meminta namanya tidak dipublis.

Terpisah, Kalbi Rasid, Kepala BKD Pulau Morotai, dikonfirmasi mengatakan, pihaknya saat ini sudah mempersiapkan pelaksanaan Latsar yang akan diikuti CPNS Morotai. "Bukan kami tidak mau melaksanakan Latsar, tetapi karena kondisi pandemi covid-19, jadi seluruh agenda tergeser pelaksanaannya. Sesuai rencana, BKD akan membuka Latsar pada Maret 2021, jadi bagi CPNS diminta untuk persiapan," terang Kalbi menutup.(tr04/lid)