Lulus 2018, PNS di Morotai Belum Diangkat jadi PNS

Ilustrasi PNS. (istimewa)

Daruba, malutpost.id -- Sebanyak 176 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara lulusan 2018 belum bisa menyandang status sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Pasalnya, mereka belum mengantongi SK pengangkatan sebagai pamong meski sudah 2 tahun bertugas. Penyebabnya, pemerintah setempat belum melakukan pelatihan dasar CPNS dan Diklat Prajabatan.

Salah satu CPNS lulusan 2018 yang menolak namanya diberitakan mengatakan, keadaan itu membuat mereka belum menerima hak salah satunya tunjangan daerah. "Dampak tentu kita tidak bisa mendapatkan gaji 100 persen yakni masih 80 persen karena SK 100 yang belum kami kantongi, dan tunjangan kinerja daerah juga belum dapat,"katanya.

Menurutnya, setelah lulus mengikuti tes, mereka mulia bertugas terhitung mulai tanggal (TMT) di bulan Maret. Dia bilang, salah satu resiko jika yang akan mereka terima yakni ancaman pemutihan jika Pemkab terlalu lama menggelar latsar. Sebab, untuk mengantongi SK 100 syaratnya harus mengikuti lastar dan prajabatan.

"Hingga awal 2021 ini kita belum menerima informasi jelas kapan kegiatan akan dilaksanakan, kita berharap agar BKD jangan terlalu lama menunda-nunda dan segera mungkin melaksanakannya,"harapnya.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Kalbi Rasyid mengatakan, pelaksanaan latsar direncanakan pada Maret 2021. Menurutnya, molornya kegiatan itu lantaran Covid-19. "Tahun ini prajabatan, bukan kami tidak mau tapi covid, sementara koordinasi dengan BKPSDM Provinsi, In Sha Allah bulan Maret," singkatnya. (tr-04)


-

Peliput : Sofyan Togubu

Editor   : Ikram