Saat Rahmat Rivai dan Iskandar Merindukan Persiter Ternate

Ilustrasi tujuh pemain asal Ternate yang pernah membela timnas Indonesia (dari kiri-kanan): Ilham Udin Armaiyn, Rahmat Rivai, Talaouhu Abdul Musafri, Abduh Lestaluhu (atas), serta Fandi Mochtar, Rizky Pora, dan Zulham Zamrun (bawah). (Alvino Hanafi/BOLASPORT.COM)

Ternate, malutpost.id -- Persiter Ternate pernah berjaya di medio 2000-an, masa dimana tim berjuluk Laskar Kie Raha itu tampil di Liga Nasional yang kini berubah nama menjadi Liga 1. Setelahnya, nama tim kebanggaan publik Maluku Utara itu meredup, hingga berada di fase mati tak segan hidup tak mau.   

“Kalau mau sepak bola berkembang,  jangan lagi campur adukan dengan politik karena itu sangat berdampak pada kemajuan sepak bola di Ternate,"ungkap mantan punggawa Persiter Ternate, Iskandar Ahmad, membuka percakapan dengan malutpost.id, Kamis (6/5/2021).

Iskandar mengatakan, Maluku Utara saat ini memiliki banyak pemain berbakat dan potensial, namun hal tersebut tidak dapat menghidupkan kembali nama Persiter di kanca nasional. Menurutnya, salah satu resep majunya sepak bola di Maluku Utara ialah saling mendukung, baik pemain, suporter hingga pemerintah daerah.

"Banyak pemain Ternate yang punya potensi, namun karena tidak saling mendukung akhinya sepak bola daerah kita tidak berkembang. Saya berharap agar kita saling mendukung satu sama lain demi mengembalikan kejayaan sepak bola Ternate,"harap eks Persiter yang kini menjadi pelatih tu.

Terpisah, legenda hidup Persiter, Rahmat Rivai mengaku, sepak bola di Kota Ternate tidak mengalami perubahan. Striker tajam yang pernah membela Timnas Indonesia bilang, untuk mengembangkan sepak bola dan melahirkan talenta muda, maka diperlukan banyak turnamen resmi tingkat bawah.

"Kita harus saling mendukung dan diasah dengan turnamen-turnamen ditingkat bawah. Dari situ bisa menciptakan pemain-pemain muda yang punya talenta, semakin banyak turnamen semakin banyak pula bibit muda, dengan begitu Persiter bisa bangkit dan bersaing ditingkat lebih tinggi,"kata Poci, sapaan akrab Rahmat, Rabu (5/5/2021).

Rahmat juga menyoroti soal kepengurusan Persiter yang mestinya diisi dengan orang-orang yang punya keseriusan dan memiliki kecintaan terhadap sepak bola. Hal itu pula kata Rahmat membuat Persiter pada era 2000-an bisa tampil ke level nasional.

"Keduanya harus berjalan searah, sehingga kita mampu bersaing pada skala nasional. Saya tidak menyalahkan siapa-siapa dan tidak melihat hal buruknya. Cuman di jaman kita dulu, kita semua punya rasa cinta dan serius terhadap sepak bola, akhirnya sepak bola kita bisa bersaing diluar,"pungkas pria yang kini menjadi juru taktik sepak bola PON Malut itu. (mg-05)


_

Peliput : Irham Hi. A. Rahman

Editor   : Ikram Salim