Pentingnya Industri Pertambangan Dalam Kehidupan

Ilustrasi Pertambangan

Pertambangan menurut Undang-Undang Nomor 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No. 4/2009) adalah sebagian atau seluruh tahapan kegiatan dalam rangka penelitian, pengelolaan dan pengusahaan mineral atau batubara yang meliputi penyelidikan umum, eksplorasi, studi kelayakan, konstruksi, penambangan, pengolahan dan pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta kegiatan pascatambang. Pertambangan sudah ditemukan sejak 8.000 tahun lalu di Timur Tengah dengan ditemukannya penggunaan tembaga di Turki. Meskipun penambangan dan proses pengolahannya semakin tersebar 6.000 tahun lalu.

Tidak bisa dipungkiri bahwa industri pertambangan membawa dampak negatif bagi lingkungan. Namun, jika diteliti lebih jauh lagi ternyata industri pertambangan membawa dampak positif yang tidak kalah banyaknya. Faktanya, industri pertambangan merupakan salah satu sumber pemasukan terbesar di Indonesia. Dalam menjalani kehidupan, setidaknya kita memiliki tiga jenis kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder, dan kebutuhan tersier. Dalam pemenuhannya, manusia memanfaatkan hasil bumi yang salah satunya melalui aktivitas penambangan. Sebagian dari kita masih belum sadar bahwa berbagai gadget, peralatan elektronik, dan berbagai bagian kendaraan yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah berasal dari bahan tambang.

Industri pertambangan memiliki peran yang begitu banyak, contoh yang pertama yaitu sebagai sumber lapangan pekerjaan. Industri pertambangan merupakan sebuah industri besar yang banyak menyerap tenaga kerja dengan berbagai kualifikasi. Mulai dari tingkat dasar, menengah, hingga ahli. Secara tidak langsung, industri pertambangan dapat mengurangi angka pengangguran yang setiap tahunnya selalu meningkat. Dengan tersedianya lapangan kerja ini, maka dapat menekan angka kejahatan yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti ekonomi dan sulitnya mencari pekerjaan.

Peran yang kedua adalah memajukan transportasi dan komunikasi. Kawasan yang dijadikan sebagai kawasan pertambangan akan lebih maju. Kenapa? Hal ini dikarenakan dalam mendistribusikan hasil tambang dari tempat penambangan ke berbagai wilayah diperlukan akses jalan yang banyak agar proses pengangkutan berjalan dengan lancar. Secara otomatis, jalur transportasi ke berbagai wilayah pun akan terbuka, hal ini juga memudahkan masyarakat setempat yang ingin mencapai wilayah lain tanpa perlu menghabiskan banyak waktu. Pertambangan yang biasanya dilakukan di daerah terpencil faktanya dapat membuka akses komunikasi. Kawasan yang dulunya terisolasi dan tidak ada sinyal, kini mulai terbuka sehingga akses internet dan sinyal pun menjadi baik.

Peran yang ketiga adalah dapat memotong biaya impor hasil tambang. Adanya industri pertambangan yang dikelola di daam negeri, dapat mengurangi biaya impor hasil tambang karena masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan membeli bahan baku dari dalam negeri. Hal ini juga dapat membiasakan masyarakat Indonesia agar mencintai produk-produk dalam negeri.

Peran yang keempat adalah menambah pendapatan daerah. Galian tambang yang diperoleh dari hasil penambangan antara lain batu bara, emas, bijih besi, aspal, timah, dan bahan galian lainnya bisa dijual ataupun digunakan sebagai bahan baku produksi. Secara lambat laun, perekonomian masyarakat di kawasan yang dekat dengan tempat didirikannya tempat pertambangan menjadi semakin meningkat. Jika dikaitkan dengan negara, hasil galian tambang yang berupa emas, batu bara, bijih besi, hingga timah  menjadi penyumbang devisa terbesar yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi negara ke tingkat yang lebih baik.

Industri pertambangan memang memiliki peran penting dalam berbagai hal terutama ekonomi. Maka dari itu, perlu digaris bawahi bahwa tidak sepenuhnya industri pertambangan membawa dampak buruk bagi lingkungan. Dalam aturan penambangan juga diatur bahwa setiap perusahaan yang telah selesai melakukan penambangan, maka wajib melakukan reklamasi dan pasca tambang untuk memperbaiki lahan yang rusak setelah ditambang.

RATICH KHAERUDDIN PROGRAM STUDI TEKNIK PERTAMBANGAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS KHAIRUN