Dampak positif dan negatif dalam lingkungan tambang

BIODATA PENULIS SITRIYANI SOFYAN TINGKAT PENDIDIKAN : MAHASISWA UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE TEKNIK PERTAMBANGAN

Indonesia merupakan negara yang kaya sumber daya alam, salah satunya hasil tambang (batubara, minyak bumi, gas alam, timah). Di era globalisasi ini, setiap negara membangun perekonomiannya melalui kegiatan industri dengan mengolah sumber daya alam yang ada di negaranya. Hal ini dilakukan agar dapat bersaing dengan negara lain dan memajukan perekonomiannya. Oleh karena itu, banyak perusahaan dari sektor privat maupun sektor swasta yang mengolah hasil tambang untuk diproduksi.

Munculnya industri-industri pertambangan di Indonesia mempunyai dampak positif dan dampak negatif bagi masyarakat dan negara. Dampak positif adanya industri pertambangan antara lain yaitu menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, hasil produksi tambang dapat digunakan untuk memenuhi permintaan pasar domestik maupun pasar internasional, sehingga hasil ekspor tambang tersebut dapat meningkatkan pendapatan dan pertumbuhan ekonomi negara. Industri pertambangan juga dapat menarik investasi asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Kemudian, di sisi lain, industri pertambangan juga mempunyai dampak negatif, yaitu kerusakan lingkungan. Wilayah yang menjadi area pertambangan akan terkikis, sehingga dapat menyebabkan erosi. Limbah hasil pengolahan tambang juga dapat mencemari lingkungan. Kegiatan industri tambang yang menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan CO2 yang dapat menimbulkan efek rumah kaca dan pemanasan global. Hal ini di karenakan tambang mempunyai dua sisi, yang pertama Dampak positif dan yang kedua dampak negatif. Kemudian dengan adanya covid 19 sekarang ini berdampak terhadap industri minyak dan gas bumi global juga berlaku di Indonesia. Dengan penerapan kebijakan PSBB ( pembatasan sosial berskala besar ) di berbagai daerah di Indonesia, perjalanan yang dilakukan masyarakat menurun drastis. Akibatnya, permintaan terhadap BBM di tanah air turun 35%, dengan avtur mengalami penurunan tertinggi, yakni 45%.

Ini adalah penurunan permintaan BBM hingga mencapai titik terendah sepanjang sejarah perminyakan Indonesia. 18 pariwisata dan transportasi adalah sektor yang terpukul paling parah.lumpuhnya pariwisata dan transportasi melumpuhkan permintaan BBM di Indonesia. Untuk mengatasi dampak negatif tersebut, maka setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). CSR harus diterapkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Prinsip pembangunan berkelanjutan adalah memenuhi kebutuhan sekarang tanpa harus memenuhi kebutuhan menciptakan masa depan. CSR dapat dilakukan di berbagai bidang seperti sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Di bidang sosial, perusahaan dapat memberikan dana pendidikan bagi pelajar, pelatihan bagi karyawan, dan mengatur perpustakaan. Bidang ekonomi, perusahaan dapat membantu usaha-usaha kecil menengah (UKM) dengan memberikan pinjaman dana untuk mengembangkan usaha mereka. Kemudian, bidang lingkungan perusahaan dapat melakukan reklamasi area bekas tambang, menanam bibit pohon, dan mengolah limbah dengan cara daur ulang. Jadi, tidak hanya mengambil keuntungan dengan mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan hidup.