Laut Tercemar Dampak Kegiatan Pertambangan

Ilustrasi : Ikan Mati Akibat Tumpahan Minyak

OLEH : Windi A Kahingide

INDONSIA merupakan Negara kepulauan terbesar didunia. Dengan luas wilayah mencapai 5.193.250 km2, luas daratan Indonesia 1.919.440 km2 yang terdiri dari 17.508 pulau terbentang sepanjang 3.977 mil dan luas lautan 3.273.810 km2 yang batas lautan hingga 12 mil serta zona ekonommi eksklusif (ZEE) 200 mil.

Dengan luas lautan yang mencapai 77 persen , luatan Indonesia memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut, 950 spesies biota terumbu karang. Maka Indonesia adalah Negara dengan keanekaragaman hayati laut terbesar di dunia. Akan tetapi Indonesia masuk di daftar Negara penyumbang polusi laut terbesar di dunia, dimana Indonesia berada diposisi kedua setelah China.

Komponen yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran laut seperti limbah industry, limbah pertambangan, limbah pertanian, limbah perumahan dan pertikel kimia berbahaya.Contoh kasus Pencamaran laut yang diakibatkan oleh limbah pertambangan ,di pulau Lombok dan Sumbawa sekitar 110 ribu ton tailing (limbah tambang) dibuang tiap harinya oleh sebuah perusahan tambang multinasional,pencemaran laut juga terjadi di Kalimantan tepatnya di pulau sebuku disana perusahan tambang batu bara air pencucian batu bara, tumpahan minyak mencemari sungai dan berakhir dilaut juga. Pencamaran lautan akibat limbah pertambangan terus berlanjut hingga kekawasan timur Indonesia di Papua sekitar 110 km2 wilayah tercemar akibat dari kegiatan pertambangan.

Pencemaran laut telah mengakibatkan degradasi lingkungan dan kerusakan ekosistem laut. Keanekaragaman hayati bawah laut Indonesia terancam keberlangsungan hidupnya akibat ari pencemaran laut yang terus meninggkat bukan hanya mengancam kehidupan bawah lautnya saja tetapi juga perekonomian paran nelayan akan menurun karena hasil tangkapan yang akan berkurang.

Untuk itu bagi perusahaan yang melakukan kegiatan pertambangan harus memperhatiakan dampak yang akan ditimbulkan dari kegiatan tersebut terhadap lingkungan. Sebelum kegiatan penambangan dimulai perusahaan seharusnya memastikan pelaksanaan AMDAL agar dapat mempertimbangkan dampak apa saja yang akan terjadi dikemudian hari. Tidak hanya perusahaan tetapi pemerintah daerah juga harus melakukan pengawasan sehingga perusahaan berjalan dengan benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Jika pencamaran laut terus dibiarkan bukan tidak mungkin laut Indonesia hanya akan tinggal kenangan.”

Penulis : Windi Ariansi Kahingide
Jurusan : Teknik
Prodi : Pertambangan
Mahasiswa Universitas Khairun Ternate