Aktivitas Tambang Batuan di Jambula Dikeluhkan

BISING & BERDEBU: Lokasi tambang batuan di Kelurahan Jambula yang dikeluhkan warga. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Aktivitas galian tambang batuan di kawasan RT/RW 10/05 Kelurahan Jambula, Kecamatan Pulau Ternate, dikeluhkan warga. Pasalnya, aktivitas galian tersebut sangat mengganggu ketenangan warga sekitar. Parahnya lagi, aktivitas tambang kadang berlangsung sejak siang hingga malam hari.

Ketua RT/RW 10/05 Kelurahan Jambula, Bambang Anwar, kepada malutpost.id mengaku, aktivitas galian itu sudah berlangsung sejak 2 bulan lalu. Warga sekitar telah menyampaikan protes atau keluhan kepada pihak kelurahan. Hanya saja, penyampaian keluhan tersebut tidak mendapat respon dari kelurahan. “Kami sudah sampaikan ke pihak kelurahan tapi tidak ada respon,” kata Bambang, Selasa (14/4).

Menurut Bambang, galian tersebut milik salah satu oknum Anggota DPRD Kota Ternate berinisial MG. Namun tambang itu ditangani seorang pengusaha wanita. Lanjut Bambang, berdasarkan informasi, galian itu tidak memiliki izin. “Katanya untuk pemerataan tapi material diangkut dan dibawa keluar. Kalau untuk pemerataan berarti material tidak perlu dibawa keluar,” ujar Bambang.

Ia juga menyesalkan aktivitas galian yang baginya tidak mematuhi anjuran pemerintah. Sebab di sisi lain warga diminta berdiam diri di rumah. “Kami sudah berdiam diri di rumah tapi dengan adanya mobil yang mengangkut batu dari galian itu berlalu lalang di sekitar perumahan sehingga kami merasa terganggu bila berada di rumah,” tuturnya.

Tak hanya itu, dampak dari aktivitas galian sangat dirasakan warga sekitar karena mobil yang mengangkut material berupa batu dari lokasi galian menyebabkan debu dan kebisingan.

Bahkan, kata Bambang, salah satu warga yang sakit di RT tersebut terpaksa dipindahkan ke kelurahan lain. Pasalnya kebisingan yang dihasilkan mobil pengangkut material membuat warga yang sakit tersebut tak bisa beristirahat dengan baik. “Dengan adanya wabah corona ini kami selalu berada di dalam rumah. Kami hanya minta agar aktivitas itu dihentikan sementara, karena sangat mengganggu. Kami tidak menolak adanya pembangunan tapi setidaknya kami minta agar ketenangan kami juga diperhatikan,” pintanya.(aby)