Giliran KNPI ‘Sentil’ PT IWIP

Husen Mahmud, buruh yang di-PHK dan dipolisikan. (FB PATRA ALAM)

Ternate, malutpost.id – Pemecatan sepihak perusahaan pengembang kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang beroperasi di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, terhadap salah satu karyawannya mendapat kecaman Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Malut. KNPI menilai, pemecatan tersebut merupakan bentuk arogansi korporasi asing kepada hak buruh lokal. Pasalnya tak hanya memecat, IWIP juga mempolisikan Husen dengan dalih pencemaran nama baik perusahaan.

 

Juru Bicara KNPI Malut Ikhwan Muhammad dalam keterangan tertulisnya yang diterima malutpost.id menilai apa yang dilakukan PT IWIP akan memancing amarah warga Malut. Menurutnya, PT IWIP tidak menunjukkan keberpihakan atas hak-hak buruh lokal sejak PHK besar-besaran yang terjadi sejak Maret lalu. Meski pasca itu, telah terjadi perjanjian damai, PT IWIP malah kembali menunjukkan arogansinya yang tidak memihak burul lokal.

 

“Kehadiran perusahaan pengembang kawasan tambang yang seharusnya jadi penopang kebangkitan ekonomi daerah malah jadi penyengsara. Sejauh ini PT IWIP hanya menimbulkan masalah, tidak ada konstribusi untuk daerah. Merusak lingkungan, konflik dengan suku Tobelo Dalam, Maret kemarin ada konflik besar-besaran dengan buruh, dan saat ini PT IWIP kembali berulah,” tulis Ikhwan, Selasa (21/4).

 

Ikhwan menambahkan, di tengah serangan wabah Covid-19 ini, harusnya PT IWIP ikut ambil bagian dalam menangani daerah, terutama membantu masyarakat sekitar tambang yang menjadi warga terdampak Covid-19. Tidak terlihat melakukan apa-apa, IWIP malah bertindak sangat diskriminatif kepada warga Malut yang menjadi buruh. “Tindakan ini sangat diskriminatif dan arogan. IWIP sebagai perusahaan tambang yang beroperasi di Maluku Utara harusnya ikut ambil bagian dalam menolong masyarakat Maluku Utara. IWIP jangan semena-mena bertindak apalagi hingga bertindak sangat diskriminatif seperti itu,” tambahnya.

 

KNPI Malut juga meminta Polda Maluku Utara agar tidak memproses laporan PT IWIP terhadap Husen Mahmud. “KNPI Malut dengan tegas meminta kepada Polda Malut atau jajaran kepolisian di Maluku Utara agar tidak meproses. Jika Husen Mahmud diproses, maka hukum di daerah ini tumpul ke bawah. Sebagai wadah pemuda kita tidak akan diam, kita akan ambil langkah melakukan aksi besar-besaran,” papar Ikhwan tegas.

 

KNPI Malut juga mengajak seluruh elemen pemuda untuk merapikan barisan lawan ketidakadilan yang dialami buruh lokal di perusahaan tambang. Selain itu, undangan dilayangkan kepada PT IWIP untuk bicara terbuka terkait masalah tersebut.(aby)