Soal Wacana PSBB, Akademisi Minta Wali Kota Ternate Tegas

Sahroni A. Hirto

Ternate, malutpost.id - Jumlah pasien yang terpapar virus corona di Kota Ternate meningkat drastis. Kondisi itu mendorong wacana pemberlakuan Pembantasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) di Kota Majang. 
 
Akademisi Universitas Muhammadiya Maluku Utara (Malut) Sahroni A. Hirto, menilai PSBB bisa menjadi salah satu alternatif mencegah penularan virus. Untuk itu, dia meminta Wali Kota Ternate, Burhan Abdurahman untuk tegas, jika PSBB diberlakukan.  
 
Menurutnya, pemerintah telah melaksanakan beberapa kebijakan seperti, himbauan jaga jarak atau physical distancing dan pemberlakuan jam malam. Hanya saja, lanjut Sahroni, Wali Kota masih setenga hati untuk bersikap tegas."Beberapa kebijakan sudah dilakukan tinggal Wali Kota harus lebih tegas," kata Sahroni. 
 
Dosen UMMU itu lantas mengurai regulasi tentang PSBB yang didalamnya mengatur tentang pembatasan sosial seperti kegiatan keagamaan, sekolah, kantoran, budaya,  festival termasuk akses transportasi. "Dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 Pasal 13 itu ada PSBB juga dijelaskan 
seperti sekolah diliburkan dan sebagainya, yang dimaksudkan membatasi berkumpulnya orang dalam jumlah banyak," jelasnya. 
 
Dia bilang, wacana soal PSBB didorong oleh Pansus Covid-19 Malut melalui rekomendasi ke Pemprov dan Gustu Covid-19 Malut. Namun tidak menutup kemungkinan gugus tugas di kabupaten/kota saat ini juga tengah mendorong untuk pemberlakuan PSBB di wilayahnya masing-masing. "Misalnya, sudah ada pembicaraan soal ketersediaan pangan termasuk Khambtibmas, tapi apakah Ternate akan memberlakukan itu (PSBB) atau tidak nanti kita lihat," pungkas Ketua KNPI Kota Ternate itu. (ikh)