Wali Kota Ternate: Belum Ada Rencana PSBB

Burhan Abdurahman

Ternate, malutpost.id - Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengaku belum berencana mengajukan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Menteri Kesehatan untuk wilayah Kota Ternate saat ini. Hal itu disampaikan Burhan saat dikonfirmasi di kantor Polda Malut, Selasa (28/4). “Kami belum bicarakan itu di Gugus Tugas. Jadi PSBB ini kami belum bahas sampai ke situ,” singkatnya sambil berlalu meninggalkan Mapolda Malut.

 

Berdasarkan data laporan situasi terkini penanganan wabah Covid-19 di Kota Ternate tertanggal 28 April 2020 disebutkan, jumlah orang tanpa gejala (OTG) sebanyak 158, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 38 orang, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3 orang, pasien positif sebanyak 10 orang, pasien negatif sebanyak 8 orang dan pasien sembuh sebanyak 2 orang.

 

Direktur LSM Rorano Malut M. Asghar Saleh mengatakan, PSBB ada regulasinya. Jika suatu daerah ingin berlakukan PSBB maka harus meminta persetujuan pemerintah pusat melalui Menteri Kesehatan. Daerah harus punya alasan yang cukup untuk penerapan PSBB. Misalnya jumlah kasus, trend peningkatan, kapasitas layanan rumah sakit, efek ekonomi dan sosial serta kesiapan masyarakat.

“Ini yang harus disiapkan Pemda. Menurut saya, kan ada Gugus Tugas. Mestinya aspek manajemen bencana dibuat. Basis datanya jelas pada kasus positif dan tracking. Ada rencana operasionalnya," kata Asghar kepada malutpost.id.

 

Ia menambahkan, hari ini di Kota Ternate terdapat 10 kasus. Jumlah itu harus dianalisa apakah ada kemungkinan terjadi peningkatan atau tidak, berapa banyak peningkatannya, dan kapan itu terjadi. Apakah anjuran pemerintah dipatuhi warga atau tidak seperti anjuran jaga jarak, pakai masker, physical distancing dan lainnya. "Semua hal itu harus dianalisa," tuturnya.

 

Bagi Asghar, rumus sederhana dalam penanganan bencana adalah meminimalisir resiko. "Jika ancaman dan kerentanan kita di Ternate saat Covid-19 ini jauh lebih besar dari kapasitas yang kita miliki maka kapasitasnya yang dinaikkan," terangnya.

 

Menurut Asghar, penyebaran corona di Ternate masih bisa dikendalikan. Caranya adalah aktif melakukan tracking dan secepatnya melakukan penegakan diagnostik. "Minimal dengan perbanyak rapid test untuk kontak pasien positif. Sekarang Ternate terbantu dengan penutupan penerbangan dan pelayaran kapal dari daerah zona merah. Jadi kita tinggal fokus mengurus masalah dalam rumah saja. Memutus mata rantai penularan dan memastikan semua yang sakit dirawat. Karena RS rujukan milik Pemprov maka level koordinasi harus ditingkatkan dengan Pemprov terutama dalam isu kesehatan,” tandasnya.(aby)