Nasib 33 Penumpang Asal Sulut, Ditolak ke Sulut, Terlantar di Bastiong

Calon penumpang Fery asal Sulawesi Utara terpaksa tidur beralas tikar di ruang tunggu pelabuhan Bastiong. (ARI BARAKATI FOR MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Sudah berhari-hari 33 warga asal Sulawesi Utara terlantar di pelabuhan Feri Bastiong, Ternate, Maluku Utara. Mereka terpaksa tidur beralas tikar di ruang tunggu pelabuhan karena kapal Feri ke Sulut dilarang berlayar. 
 
Kepala ASDP Pelabuhan Penyeberangan Ternate, Anton Murdianto mengatakan, 33 calon penumpang itu tertahan lantaran ada larangan berlayar dari gugus tugas Covid-19 Malut. "Sesuai surat gubenur Malut selaku ketua gugus maka kami sebagai operator kapal tidak boleh mengangkut penumpang tersebut," ungkap Anton saat dikonfirmasi malutpost.id, Sabtu (2/5).
 
Anton juga membeberkan surat keputusan Gubernur Sulawesi Utara nomor 552/20/2593 tertanggal 30 April 2020 ditujukan kepada Wali Kota Bitung. Dan surat Wali Kota Bitung nomor 080/163/WK tanggal 27 dan 29 april 2020. 
 
Dalam surat itu, pemerintah Sulut tidak pernah menyetujui kedatangan kapal penyebrangan KMP. Portlink VIII dari Kota Ternate dengan mengangkut penumpang. "Namun oleh karena kapal telah diberangkatkan dari pelabuhan  Ternate menuju  Bitung maka, pemerintah Sulut telah melakukan penaganan terhadap 106 penumpang sesuai SOP Covid-19,"tandas Anton mengutip poin surat tersebut.. 
 
Selanjutnya, Gubernur Sulut selaku Ketua Gustu Covid-19 Sulut juga melarang kedatangan tahap kedua dan kiranya pemerintah kota Bitung dapat menindaklanjutinya sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. (mg-05)