Pasar Gamalama "Ditutup", Pedagang Mengamuk

PROTES: Pedagang dan tukang ojek saat menolak pembatasan areal pasar Gamalama, Minggu (3/5).(PUTRI CITRA ABIDIN.MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Kebijakan Pemkot Ternate dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 mengurangi aktivitas pasar memicu ketegangan, Minggu (3/5). 
 
Ratusan pedagang dan tukang ojek di pasar Gamalama, Ternate, Maluku Utara langsung bereaksi. Mereka protes, lantaran sepi pembeli.  
 
Arman, salah satu pedagang ikan mengatakan, pihaknya menolak kebijakan itu lantaran penutupan pasar dilakukan sejak pagi. "Pasar sangst sunyi jadi semua pedagang keluar," kata Arman saat diwawancarai malutpost id, Minggu (3/5).  
 
Apalagi kata Arman, akses yang ditutup cukup jauh sehingga menyulitkan pihaknya maupun pembeli. "Kasihan ditutup begitu contohnya orang yang bawa es akhirnya harus putar balik karena parkir jauh, siapa mau mampu bawa jauh masuk kesini,"sambungnya. 
 
Lebih lanjut, Arman menyesalkan langkah pemerintah yang hanya menutup pasar Higienis, Percontohan dan Barito Bahari Berkesan di Gamalama, sementara pasar Bastiong maupun Dufa-Dufa dibiarkan beroperasi.
 
 "Kenapa hanya pasar disini (Gamalama) saja yang tutup sementara di Dufa-Dufa dan bastiong tidak tutup, alasannya karena disini paling ramai, namanya pasar ya ramai semua, makanya terpaksa pedagang dan tukang ojek bersatu dan protes," tutupnya. (mg-05)