Kabar Duka, 3 Pasien Pasitif Covid-19 di Malut Meninggal, 1 Diantaranya Pernah Berkontak dengan Penumpang KM Dorolonda

Proses pemakanan salah satu pasien covid-19. (ISTIMEWA)

Ternate, malutpost.id – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Utara menyampaikan kabar duka, dimana sudah ada 3 pasien yang terkonfirmasi positif corona meninggal dunia.  Hasil pemeriksaan swab yang diterima gustu covid-19, ketiganya tercatat positif bersama 23 pasien positif lainnya.

Juru Bicara Gustu Percepatan Penanganan Covid-19 Malut, dr. Alwia Assagaf menuturkan, jumlah kasus meninggal covid-19 di Malut 3 orang yakni kasus 58 inisial RMN meninggal pada 30 April di Halmahera Selatan, kasus 76 inisial AH meninggal pada Selasa 12 Mei 2020 di Ternate dan dimakamkan pada dini hari tadi. ”Serta kasus 61 inisial YN, meninggal pada 13 Mei 2020 di Halut dan dimakamkan tadi sore,” jelas Alwia melalui konferensi pers yang didampingi Koordinator Bidang Kemuhamasan Mulyadi Tututpoho, di Sahid Bela Hotel, Rabu (13/5).

Sementara sore tadi juga dilakukan pemakanan jenazah pasien YN  di pemakaman umum Desa Sabaleh, Kecamatan Malifut, Kabupaten Halmahera Utara. YN sebelumnya berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di RSUD Tobelo dengan hasil rapid tes reaktif dan di diagnosa mengidap penyakit gula dan ginjal. Dari informasi yang dihimpun malutpost.id, almarhum memiliki kontak erat dengan istrinya yang memiliki riwayat perjalan dari luar daerah dengan menumpangi kapal KM. Dorolonda. 

Alwia menjelaskan, saat ini banyak sekali terjadi penolakan pemakanan pasien corona. Menurutnya, jenazah yang terkonfirmasi positif pada pemulasaran itu perlakukannya harus khusus. Ini dikhawatirkan ada cairan yang masih menempel di tubuh jenazah namun pada saat penguburan sampai jenazah ditempatkan di dalam peti selalu proses disenfektan per tahapan termasuk disinfeksi terhadap pelaku yang melakukan pemakaman. ”Bahkan kalau keluarga ingin berziarah ke makam itu juga tidak masalah,” pungkasnya. (ikh)

 

-

Editor : Ikram Salim