Sepekan Tidur di Pelabuhan, 35 Warga Gorontalo Dievakuasi ke Gedung Pramuka

Gedung Pramuka yang digunakan sementara oleh warga Gorontalo. (FOTO: PUTRI CITRA ABIDIN/MALUTPOST.ID)

Ternate, malutpost.id - Setelah sepekan tidur di ruang tunggu Pelabuhan Ahmad Yani 35 warga asal Gorontalo, Sulawesi Selatan yang tertahan di pelabuhan Ahmad Yani telah dievakuasi sementara di gedung Pramuka, Kelurahan Gambesi, Ternate Selatan. 
 
"Kami sudah bersepakat untuk berikan tempat istiraha, Insya Allah disana layak untuk sementara sambil menunggu perhubungan kapal ke Gorontalo dan selesai penerapan PSSB disana," ungkap Koordinator Pengendalian dan Operasi Gugus Tugas Percepatan Penaganan COVID-19 Kota Ternate, M. Arif Gani. 
 
Menurut Arif, mereka merupakan pekerja di Malut yang hendak mudik lebaran 1441 Hijriah namun terhalang kebijakan PSBB pemerintah Sulawesi Selatan 
 
"Mereka patuh saja, dan sesuai hasil koordinasi dengan pihak Gorontalo dari gubernurnya meminta agar mereka bersabar hingga pencabutan PSSB pada tanggal 31 Mei mendatang," tegasnya. 
 
Karim, salah satu warga Gorontalo mengaku mereka dievakusi untuk menghindari keramaian. 
 
"Info yang kami dapat itu diminta dari bapak gubernur Gorontalo, sebab dikatakan pelabuhan kan tempat ramai dan dalam rangka menghindari keramaian. Apalagi beberapa kali di rapid test hasilnya non reaktif makanya dipindahkan kesini agar lebih aman sesuai komunikasi kedua pemerintah," ungkapnya. 
 
Senada, Koordinator Bidang Kehumasan COVID-19 Malut, Muliyadi Tutupoho mengatakan, pemindahan tersebut merupakan kebijakan Gustu COVID-19 Malut."Ia sudah kita evakuasi," tandas mantan Ketua KPU Malut. (mg-05)
 
 
-
Peliput : Putri Citra Abidin
Editor   : Ikram Salim