Baznas Halsel Diduga Lakukan Penipuan


TAK DAPAT BANTUAN: Keluarga Abd Latif Hi. Yusup yang telantar di Manado, karena tidak mendapat bantuan dari Baznas Halsel

TERNATE - Abd Latif Hi. Yusup tidak bisa menahan emosinya, ketika menyampaikan keluhan atas perbuatan pengurus Badan Amil Zakat (Baznas) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pria yang tergolong lanjut usia (Lansia) itu, mengaku telantar bersama tiga anak dan satu cucunya di Manado provinsi Sulawesi Utara (Sulut), kurang lebih delapan hari.

Satu keluarga asal desa Batulak Kecamatan Gane Barat Utara ini, ke Manado dalam rangka mengobati Dikrun Latif, Putra Abd Latif yang menderita patah tulang kaki kiri. Langkah nekat ini diambil lantaran ada jaminan dari pihak Baznas akan memberikan bantuan biaya pengobatan sebesar Rp15 juta. Namun setelah sampai di Manado, Kepala Baznas Jufri Lamoro, tidak mau mengirimkan dana yang telah dijanjikan itu. Alhasil, mereka pun telantar di pasar. Beruntung ada mahasiswa asal Haltim yang menemukan mereka dan mengamankan sementara di kos-kosanya.

“Awalnya kami sampaikan permohonan bantuan sebesar Rp3 juta, untuk berobat di Rumah Sakit di Ternate. Karena patah tulang yang dialami anak saya ini tidak bisa lagi disambungkan dengan pengobatan tradisional. Harus dipasangkan pen. Setelah bertemu dengan pak Jufri, mereka menyarankan ke Manado. Sebab pelayanannya lebih bagus. Atas saran itu, kami merasa yakin dan ikut saran tersebut," akunya. Saat berangkat dari Batulak, pihaknya juga lebih dulu ke Bacan dan meminta pamit ke kepala Baznas.

“Dalam pertemuan itu, pak Jufri bilang cepat berangkat, jangan sampai dananya orang lain ambil. Kami merasa yakin dan langsung berangkat. Namun setelah sampai di Manado, kami telepon pak Jufri, beliau alasan undang-undang dan lain sebagainya. Begitu juga bendaharanya," tambahnya. Sembari mengatakan, pihaknya sempat ke rumah sakit, namun karena terkendala biaya, maka terpaksa balik ke pelabuhan menunggu kepastian. “Kurang lebih empat hari kami telantar, tidur di emperan, sampai ada mahasiswa yang datang mengirim di kapal. Lalu kami ketemu, dan bersedia menampung kami di kos-kosan.

Sampai kami sudah di dermaga menjelang naik kapal pulang ke Ternate, baru ada kabar mereka kirimkan uang dua juta," keluhnya. Komisioner bidang Penyaluran zakat Baznas Halsel Diman Yahya, saat dikonfirmasi membenarkan, Kalalu Baznas melakukan penipuan terhadap keluarga Abd Latif. Akibatnya mereka terlantar. Karena itu dia menyarankan agar dilaporkan saja ke pihak berwajib, supaya ada pertanggungjawaban Baznas terhadap harapan palsu yang diberikan ke keluarga Abd Latif. Diman mengaku, pihaknya telah mendesak agar segera dikirimkan uang tersebut. Karena dirinya juga telah menandatangani persetujuan bantuan itu. Namun belakangan ternyata tidak dikirim.

“Itu anggaran 2020 yang digunakan, anggaran oprasional kami Rp600 juta sudah termasuk bantuan kepada para janda dan orang yang sakit. Herannya, 15 juta tidak dikirim baru belakangan dikirim 2 juta. Itu sama dengan menyuruh mereka pulang. Kalau begitu, kenapa sejak awal suru mereka pergi berobat di Manado,” tandasnya. (udy/yun).