PJ WALIKOTA VS DIRUT PDAM


Grafis

TERNATE - Nasib Direktur Utama PDAM Abdul Gani Hatari di ujung tanduk. Pasalnya, sasaran audit yang dilakukan BPKP nanti, adalah mengevaluasi kepemimpinan direktur sebagai pimpinan perusahan. Ini ditegaskan Penjabat Wali Kota Hasyim Daeng Barang, kepada wartawan kemarin di kantor Wali kota kemarin. Hasyim mengatakan, dirinya sudah menyambangi BPKP untuk meminta dilaksanakan audit. Dan BPKP kata Hasyim, segera turun mengaudit dengan status audit dengan tujuan tertentu. "Dalam waktu dekat segera dilakukan audit," katanya. Hasyim menjelaskan, urgensi audit ini dilakukan karena saat pihaknya melakukan rapat bersama PDAM dan mempertanyakan keuangan mereka, Dirut PDAM tidak bisa menjelaskan secara detail. Menurut Hasyim, ia ingin mengetahui kinerja PDAM, mulai dari penjualan, keuntungan dan lain sebagainya.

Namun, ternyata tidak bisa disampaikan. Karena itu, dirinya berkesimpulan ada masalah sehingga perlu dilakukan audit. Apalagi kata dia, PDAM rencana meminta anggaran penyertaan modal. "Bagaimana kita mau berikan lagi penyertaan modal, kalau anggarannya saja tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi kita audit dulu," tandasnya. Kepala Dinas ESDM juga menambahkan, bukan hanya sisi keuangannya saja yang akan dilihat. Tapi juga faktor pelayanan, juga termasuk manajemen organisasi internal PDAM. Apalagi, sebelumnya terjadi pemecatan beberapa jabatan yang membuat internal tidak stabil. "Jadi kalau hasilnya pada masalah manajemen organisasi, maka kepalanya yang harus diganti.

Sebab tidak punya leader. Di tingkat bagian meskipun tidak bersatu, kalau kepalanya punya kemampuan, semua perangkat di bawahnya bisa menyatu. Karena pimpinanya punya leader," tambahnya. Menanggapi hal ini, Direktur PDAM Abdul Gani menantang, jika penjabat ingin mengganti dirinya. Ia bahkan meminta untuk langsung diganti sekarang, tanpa harus menunggu adanya audit BPKP. "Saya siap sekarang juga diganti, tidak masalah," tegasnya. Gani mengakui, saat rapat pihaknya tidak dapat menjelaskan apa yang ditanyakan Penjabat. Karena informasinya hanya rapat biasa.

Sehingga tidak disiapkan data-data yang menjadi bahan untuk dijelaskan. "Kalau informasi rapatnya mempertanyakan data-data penjualan atau keuangan, kita akan siapkan. Itu yang tahu ada di bagian masing-masing. Tidak mungkin saya hafal data yang setiap saat bergerak. Soal dana penyertaan modal, itu baru sekadar diajukan.

Kalau diterima maka akan ada peningkatan pelayanan. Kalau tidak, ya tidak masalah juga," tambahnya. Sembari mengatakan, kalau objektif, pelayanan saat ini dengan sebelum dirinya memimpin terjadi perbedaan. Terutama tingkat keluhan layanan, yang kian berkurang. "Jadi kalau ganti, yah ganti saja. Tidak masalah bagi saya. Jangan pakai gertak audit," tukasnya. (udy/yun)