Deklarasi Malut Krisis Lingkungan, GAMHAS Minta Hentikan Tambang Halmahera

Aksi GAMHAS di depan kantor Wali Kota Ternate, Kamis (1/4/2021). (Foto: Faisal/malutpost.id)

Ternate, Malutpost.id -- Gerakan Mahasiswa Pemerhati Sosial (GAMHAS) Maluku Utara menggelar unjuk rasa di depan kantor Wali Kota Ternate, Kamis (1/4/2021).

Aksi yang berlangsung pukul 10.00 WIT itu sekaligus deklarasi Maluku Utara krisis lingkungan.

Menurut mahasiswa geliat tambang di Maluku Utara telah merusak lingkungan dan ekosistem laut.

Seperti pencemaran limbah, polusi udara, dan penembangan hutan secara besar-besaran. Untuk itu mereka mendorong pemerintah segera menghentikan aktivitas pertambangan di Malut.

“Hentikan pertambangan di Malut," kata Udi, salah satu mahasiswa. 

Koordinator aksi, Faisal bilang, kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang oleh PT NHM, PT IWIP dan tambang lainnya sudah sangat besar sekali. 

Selain tambang, reklamasi di Kota Ternate juga sangat berdampak terhadap masyarakat di daerah pesisir.  Mahasiswa juga menolak investasi kelapa sawit di Malut.

"Sekarang abrasi parah itu terjadi di Kelurahan Rua, Taduma Kecamatan Pulau Ternate, Pulau Hiri dan beberapa kelurahan lainnya," pungkasnya.(mg-07/mg-06)


-

Peliput : Faisal/Muhlis

Editor   : Ikram Salim