Breakwater Telan 1.5 M Lebih


Pembangunan dermaga Hiri.Malut Post

TERNATE - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate terus menggenjot proses pembangunan dermaga Hiri. Saat ini, pemkot fokus pada pembangunan pemecah ombak (Breakwater), yang direncanakan menggunakan Tetrapod. Pembangunan breakwater dermaga Hiri ini, dilakukan penggabungan anggaran. Yakni dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) senilai Rp697.000.000. Kemudian, Dinas Perhubungan (Dishub) sebesar Rp850.000.000. totalnya ada sekitar Rp1.547.000.000.

"Sudah dilakukan permohonan, tinggal menunggu persetujuan. Teman-teman di keuangan akan melakukan penyatuan anggaran antara PUPR dan Dishub," ucap Plt Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian, Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, Selasa (25/5). Artinya, anggaran Dishub sebesar Rp850.000.000 akan dipindahkan ke PUPR. Sehingga anggaran pembangunan breakwater melekat ke PUPR. "Dilakukan penyatuan anggaran, sehingga itu (anggaran, red) melekat di dinas PUPR," jelas Rizal. Rizal menerangkan, yang sementara ini disiapkan adalah dokumen perencanaan dan dokumen lingkungan, setelah itu baru dihitung. Dari anggaran tersebut, berapa persen pembangunan yang bisa dikerjakan.

Breakwater dengan menggunakan Tetrapod memang membutuhkan anggaran yang cukup besar. Namun dalam hitungan jangka panjang, Tetrapod tergolong lebih efektif jika bandingkan dengan breakwater batu kosong. "Itu yang kita perhitungkan. Karena di situ (dermaga Hiri, red) sering terjadi ombak yang cukup besar," ujarnya.

Rizal menargetkan, jika semua persiapan berjalan lancar, maka pembangunan Tetrapod bisa diselesaikan di tahun 2021 ini. Ia menyebut, hasil pertemuan antara Bappelitbangda, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), PUPR, dan Dishub terkait kajian teknis juga sudah dilaporkan ke Wali Kota. "Kita sudah buat jadwal tahapan pelaksanaan pembangunan breakwater. Jadi, yang didahulukan adalah dokumen perencanaan dan dokumen lingkungan.

Setelah itu, kita lelang untuk pelaksanaan kegiatan ini," tandasnya menutup. Di samping itu, kepala Dinas PUPR Kota Ternate, Risval Tri Budiyanto berharap, penggabungan anggaran bisa secepatnya diselesaikan, sehingga PUPR bisa segera memulai kegiatan administrasi. Menurutnya, pembangunan breakwater sudah lama ditunggu oleh masyarakat Hiri. "Kita juga berpikir masalah waktu, karena tersisa beberapa hari sudah masuk Juni. Itu artinya, semester pertama kita lewati. Kita masuk ke semester kedua, enam bulan di semester kedua adalah waktu yang mepet untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan konstruksi yang sifatnya struktur. semoga ini bisa cepat," tandas Risval. (tr-01/yun)