Aset Pemkot Ternate Digadai


DIGADAI: Wakil Walikota Ternate Jasri Usman melakukan inspeksi mendadak di Kantor Perusda Bahari Berkesan. FOTO Hizbullah/Mp

TERNATE - Aset Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, di kantor Perusahaan Umum Daerah (Perusda) Bahari Berkesan, nihil. Dugaan sementara, aset-aset tersebut digadai dan ada yang dipakai untuk kepentingan pribadi. Informasi yang dihimpun Malut Post, sejumlah aset milik pemerintah itu digadai ke pegadaian. Di antaranya adalah, mobil operasional jenis pick up. Ada juga aset yang diduga digunakan untuk kepentingan pribadi.

Selain itu, aset-aset lain yang belum diketahui keberadaannya, yakni satu unit mobil pick up dan satu unit mobil lisan. Kemudian, dua unit kendaraan roda dua, mesin foto copy, computer, dan laptop. Tak hanya soal aset, karyawan Perusda juga diketahui tidak menerima gaji sejak tahun 2019 lalu. Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di kantor milik BUMD Pemkot Ternate itu, terpantau tidak ada lagi aktivitas. Bahkan kantor tampak tak terurus dan berantakan. Pegawainya pun sudah tidak berkantor. "Tidak ada sesuatu yang bisa diharapkan.

Semua aset sudah tidak ada di dalam kantor," ucap Jasri, usai Sidak di kantor yang berlokasi di deretan ruko Jati Land itu. Pemkot Ternate dalam pekan ini akan membentuk tim investigasi, untuk melakukan penelusuran terhadap manajemen Perusda. Pemkot juga sudah mendapat laporan audit dari inspektorat dan BPK, yang menyebutkan adanya kerugian. Untuk itu, Direktur dan personalia Perusda akan dipanggil. "Saya sudah dapat laporan. Jadi kami akan panggil secara resmi Direktur dan personalianya, untuk dimintai keterangan. Saya juga sudah mendengar informasi, katanya sebagian aset ada di pegadaian. Ini kan kejahatan sebenarnya," kesal Jasri. Surat pemanggilan terhadap Direktur Perusda, Ramdani Abubakar, rencananya akan dilayangkan pekan ini. Jasri menegaskan, jika misalnya Direktur Perusda tidak mengindahkan pemanggilan Pemkot, maka akan dilibatkan penegak hukum. Tim investigasi rencananya akan dibentuk pekan ini.

Fungsi tim investigasi adalah menelusuri manajemen Perusda, termasuk keberadaan aset-aset tersebut. Jika dalam penelusuran menghasilkan temuan, maka akan ditindaklanjuti ke penegak hukum. Dalam sidak tersebut, juga ditemukan data-data pemilih Pilwako 2020. Karena itu, kantor Perusda ini juga diduga digunakan untuk kepentingan Pilwako. "Ini penyalahgunaan. Prinsipnya kita akan menindaklanjuti semua persoalan ini, sehingga perusahaan bisa kembali normal," tandas Jasri. (tr-01/yun)