Juara MTQ Tagih Janji Pemkot


SANG JUARA : Aida Ainun Balqis (tengah) saat meraih juara di Padang Sumatera Barat.

TERNATE - Pemerintah Kota Ternate pada masa kepemimpinan Burhan Abdurahman masih meninggalkan jejak kurang baik untuk publik. Pasalnya, janjinya untuk memberikan bonus kepada jawara MTQ tingkat Nasional, belum dipenuhi sampai saat ini.

Aida Ainun Balqis, adalah satu diantara dua Kafilah asal Kota Ternate, yang sukses mengharumkan nama Provinsi Maluku Utara. Mereka berdua berhasil meraih juara 3 pada ajang yang dihelat di Padang Sumatera Barat 2020 lalu itu. Sekembalinya dari Padang, Aida dijanjikan oleh Pemkot untuk memberi bonus hadiah berupa Tabanas sebesar 25 juta rupiah. Janji tersebut diutarakan langsung oleh Burhan Abdurahan selaku Wali Kota ketika itu, dalam acara penerimaan Kafilah di Aula Kantor Wali Kota, 1 Desember 2020. Sayangnya, janji manis tersebut sampai saat ini belum ditepati. Ibunda Aida, Leni Fitriyani, kepada Malut Post mengaku, dirinya sudah berulang kali menagih janji tersebut ke Pamkot melalui Kabag Kesra, namun belum juga diberikan. Menurut Leni, Kabag Kesra hanya memintanya untuk bersabar, karena hadiah untuk Aida sementara diusahakan. "Kita hanya disuruh sabar. Alasannya masih diusahakan, tapi sampai saat ini belum ada. Bulan Januari alasannya karena ada perubahan sistem, Februari katanya nanti selesai STQ tingkat Kota. Tapi ketika STQ tingkat kota sudah selesai, jawabannya mulai mengambang," tutur Leni, kemarin (16/6).

Persoalan ini, Leni juga sudah sering menanyakan ke Burhan Abdurahman saat masih menjabat sebagai Wali Kota. Kurang lebih sebanyak 4 kali ditanyakan ke Burhan. Bahkan, Burhan menyebut sudah ada post anggaran yang disediakan untuk bonus Aida. "Pak haji Bur sendiri yang bilang, kalau hadiah uang tunai itu sudah ada posnya, jadi pasti dicairkan. Saat itu pak haji Bur juga sudah menelpon Kabag Kesra untuk bisa mencairkan dana. Tapi kami tunggu-tunggu sampai saat ini tidak ada," ujarnya. Sementara Kabag Kesra, Mudjais Walanda saat dikonfirmasi menuturkan, Aida saat mengikuti MTQ di Padang adalah dengan membawa nama Provinsi. Sehingga itu menjadi kewenangan pemerintah provinsi. "Itu Provinsi, bukan Kota. Mereka salah paham itu. Waktu di Padang juga provinsi sudah kasih (hadiah, red). Jadi bukan di Kota lagi. Mereka salah mengerti itu," ujarnya.

Mujais juga menuturkan, jika Pemkot membuka anggaran untuk pemberian hadiah terhadap peserta yang mengikuti lomba tingkat nasional, dengan membawa nama Provinsi, maka akan menjadi temuan. "Kalau juara di tingkat Provinsi boleh Pemkot kasih hadiah, tapi kalau juara tingkat nasional tidak bisa. Karena itu urusannya Provinsi, bukan Kota. Kalau dipaksakan akan menjadi temuan, jadi tidak boleh, itu melanggar aturan," pungkasnya. (tr-01/yun)