14 Program Prioritas Masuk RPJMD


KONSULTASI Kepala Bappelitbangda Rizal Marsaoly dan Wali Kota Ternte, Tauhid Soleman saat rapat konsultasi publik RPJMD, kemarin

TERNATE - 14 program prioritas Kota Ternate di masa kepemimpinan M Tauhid Soleman dan Jasri Usman masuk dalam Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ranwal RPJMD Kota Ternate untuk 2021-2026 ini dibahas dalam forum konsultasi publik.

Pembahasan Ranwal RPJMD melalui forum konsultasi publik dilakukan, Rabu (30/6) di kantor Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda). Tujuannya, untuk mendapat masukan dari berbagai pihak terkait Ranwal RPJMD, yang sudah rampung 75 persen itu. Forum konsultasi publik terdiri dari tim ahli penyusun RPJMD bersama dengan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Stakeholder.

Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman mengatakan, masukan dari para pihak saat forum diskusi publik akan diboboti ke dalam RPJMD. RPJMD ini tentunya merupakan bagian dari terjemahan Visi-Misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Fokus dari pada RPJMD adalah menerjemahkan 14 program prioritas Pemkot Ternate saat ini. "Terjemahan empat belas (14) program prioritas itu dilahirkan melalui visi-misi," ucap Tauhid, usai pembahasan Ranwal RPJMD bersama Forum.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Rizal Marsaoly menjelaskan, Ranwal ini dimulai dari isu strategis. Kemudian melahirkan tiga item penting, yakni internal, eksternal dan kolaborasi. Nah, dari item tersebut lahirlah visi besar yakni Ternate yang mandiri dan berkeadilan. Kemudian, dari visi besar itu dijabarkan dalam 14 program sebagai terjemahannya.

Menurut Rizal, program prioritas Kota Ternate di masa kepemimpinan M Tauhid Soleman dan Jasri Usman terdiri dari 14 item. Seluruh problem Kota Ternate masuk dalam Ranwal RPJMD 2021-2026. "Tapi gaidensnya adalah program prioritas, baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat," tandas Rizal. Seraya menyebut, setelah tahapan konsultasi publik, Ranwal RPJMD selanjutnya akan dibahas dalam Musrenbang.

Setelah konsultasi publik dilakukan, selanjutnya akan disempurnakan kemudian dikonsultasikan ke Wali Kota. Selanjutnya akan dibahas di DPRD untuk diperdakan. Dari beberapa kabupaten/kota di Malut (minus Morotai-Halteng), Kota Ternate menjadi yang pertama melakukan konsultasi publik terkait RPJMD. Menurutnya, agenda penyusunan yang dilakukan ini sesuai dengan ketentuan Permendagri nomor 86 tahun 2019 tentang tata cara penyusunan RPJMD.

Untuk menyerap usulan guna penyempurnaan RPJMD, maka seluruh komponen diundang dalam forum konsultasi publik tersebut. Selain seluruh SKPD, juga dihadiri IAGI, Kotaku, Jarkot, Wahana Visi Indonesia, ikatan keluarga disabilitas kota Ternate. Semua stakeholder ini diundang untuk mendengar langsung usulan dari mereka terkait dengan ranwal tersebut.

“Jika sudah dilakukan konsultasi publik, maka sudah dipastikan 70 RPJMD sudah selesai. Selanjutnya, akan sempurnakan untuk dibahas di DPRD. RPJMD ini akan menjadi acuan untuk menyusun Renstra di internal SKPD. Kita akan upayakan agar penyelesaian RPJMD lebih cepat dari tahapan yang ditetapkan,” tandasnya.

Program prioritas yang dirumuskan tersebut yakni, pengembangan iklim usaha yang kondusif, serta peningkatan daya saing industri kreatif , UMKM dan IKM. Pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua. Mendorong kemudahan akses Pasar bagi masyarakat wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua. Optimalisasi sumber-sumber pendapatan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik. Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang profesional.

Perlindungan dan pelestarian cagar budaya. Membangun dan menghidupkan entitas keragaman sosial budaya masyarakat. Revitalisasi dan penataan pola ruang kota yang berkelanjutan. Industnalsasi pengolahan sampah secara partisipatif. Konservasi sumber daya Air. Literasi dan mitigasi kebencanaan. Pengembangan kota sebagai pusat informasi dan konsolidasi barang/jasa. Revitalisasi dan penguatan peran BUMD. (tr-01/yun)