Tanda Tangan Kontrak BBM

BBM: Suasana pertemuan bahas BBM yang dihadiri Wali Kota.

TIDORE - Ratusan pangkalan minyak tanah (Mita) yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Tidore Kepulauan (Tikep) melakukan penandatanganan kontrak penyaluran minyak tanah tahun 2020 dengan CV. Rusda selaku agen di Kota Tikep, yang bertempat di Restoran Safira Beach, Kelurahan Goto, Sabtu (14/12) kemarin. Selain penandatangan kontrak kerja, juga dirangkaikan dengan sosialisasi bahan bakar minyak (BBM). Hadir pada kegiatan tersebut, Wali Kota Tikep Capt. Ali Ibrahim, DPRD Tikep, pihak Pertamina Ternate, Disperindagkop Tikep, dan BNI.

Pada kesempatan itu, Direktur Utama CV. Rusda, Hi. Awat Hi. Ahmad menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memperpanjang kontrak penyaluran minyak tanah antara agen dengan pangkalan di Kota Tikep untuk periode 2020. "Kontrak ini berlaku setahun. Jadi tahun 2019 ini sudah selesai dan ini dilanjutkan tanda tangan kontrak untuk tahun 2020," katanya, sembari menyampaikan bahwa jumlah pangkalan yang mengikuti tanda tangan kontrak ini sebanyak 244 yang tersebar di delapan kecamatan di Kota Tikep, dengan alokasi minyak tanah sebanyak 540 ton.

Hi. Awat bilang, alokasi minyak tanah ini dilakukan sejak tahun 2013, saat ini jumlah penduduk sudah meningkat dan tidak mencukupi lagi. Apalagi, selain untuk rumah tangga, minyak tanah juga diperlukan untuk bahan bakar transportasi laut seperti speedboat, sehingga itu, di tahun 2020 ini akan ditambah alokasinya menjadi 600 ton. Namun hal itu akan dikaji dan diajukan pihaknya bersama Pemkot ke Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS).

Untuk Harga Eceran Tertinggi (HET), lanjut Awat, sesuai dengan SK Gubernur dari agen ke pangkalan Rp 3.500, lalu dari pangkalan dijual ke masyarakat dengan harga Rp 4000. Ini untuk empat kecamatan di Tidore Pulau. Sementara untuk empat kecamatan di wilayah Oba, dari agen ke pangkalan Rp 4.500, lalu dijual ke masyarakat Rp 5000. "Di Oba ini pakai biaya angkut, jadi harganya agak naik. Namun ini nanti dikaji lagi untuk dikasih turun sedikit harganya," jelasnya.

Bagi pangkalan yang sengaja menjual di atas harga HET, dirinya menegaskan akan memutuskan kontrak penyaluran minyak tanah. "Kita harap ke depannya bisa ada penambahan alokasi dan perbaikan mutu penyesuaian HET agar sesuai dengan kesepakatan," harapnya.

Sementara Wali Kota Capt. Ali Ibrahim mengatakan, stok minyak tanah saat ini di Tikep perlu penambahan, mengingat Kota Tikep sebagai kota kepulauan yang alat transportasi antar pulau menggunakan speedboat berbahan bakar minyak tanah. Sehingga perlu untuk dilakukan pertimbangan menaikkan stok 540 ton menjadi 600 ton. Dirinya meminta kepada pihak Pertamina untuk menindaklanjuti permintaan penambahan tersebut.

Sementara Fuel Terminal Manajer Pertamina Ternate, Rachmatullah, menambahkan, pihaknya ditugaskan oleh negara untuk mendistribusikan energi minyak tanah ke ujung negeri, khususnya Ternate maupun di Tidore. Sehingga Pertamina tetap melayani masyarakat dan menghadirkan kebutuhan minyak tanah kepada warga di Kota Tikep. "Jadi kami mohon suportnya. Kalau ada kendala distribusi, silahkan disampaikan kepada pihak-pihak terkait. Perlu ditelisik dulu jika ada kendala dalam pendistribusian, jangan sampai pada proses pendistribusian terjadi cuaca buruk atau sebagainya. Kita dis ini harus kerja sama," tuturnya. (cr-03/pn/lex)