Sultan Minta Masyarakat Bersatu

Husain Alting Sjah

TIDORE - Sultan Tidore, Husain Alting Sjah meminta masyarakat agar bersatu padu dalam mendorong kepentingan umum. Ini karena akhir-akhir ini ada beberapa kepentingan yang harusnya diperjuangkan bersama, nyaris tidak ada kebersamaan. Ini disampaikan Sultan saat ditemui di sela-sela silaturahmi sekaligus reses yang bertempat di Kedaton Kesultanan Tidore, Rabu (18/12).

Menurut Anggota Komite I Bidang Pemerintahan DPD RI ini, kepentingan yang dimaksud misalkan sebagian orang menginginkan agar Maluku Utara menjadi daerah istimewa, di samping itu sebagian lagi menginginkan adanya otonomi khusus (Otsus). "Pertanyaannya kemudian, esensinya di mana ? Kalau esensinya kita sama, tidak masalah. Karena kita mau memperbaiki tingkat kehidupan, pendidikan, kesehatan maupun kesejahteraan. Mau Otsus, mau istimewa, sama saja. Tapi jangan sampai perbedaan ini digiring menjadi pertentangan dan terjadi kelompok-kelompok," ujarnya.
Padahal, kata dia, substansinya adalah kita menginginkan agar dihargai dari sisi ekonomi bisa setara mendapatkan pendidikan dengan daerah lain, mendapat kesehatan juga dengan hal yang sama, begitu juga pembagian lapangan pekerjaan harus adil. "Jadi kalau bicara Otsus itu ini. Lalu kalau kita tidak mau Otsus, lantas apa maunya ? Ini berarti kita tidak menginginkan mendapat kebaikan dan kemaslahatan. Karena Otsus ini bukan seorang Husain Alting Sjah, tidak. Otsus itu regulasinya diatur dan tidak akan memuat kedudukan Sultan," tandasnya.

Dikatakannya, Provinsi Maluku lebih dulu dari Provinsi Papua. Namun apa yang terjadi, Papua mendapat otsus yang sangat luar biasa. Dengan Otsus, Papua diberi kekhususan dalam pendidikan, pekerjaan, dan lainnya. Dirinya mencontohkan setiap seleksi CPNS, orang-orang yang di Papua selalu didahulukan. Ini karena regulasi terkait kekhususan daerah Papua. Maka dari itu, Maluku dan Maluku Utara, kata Sultan, juga perlu mendapatkan kekhususan itu. Jika kemudian negara tidak memberikan, maka apa pertimbangannya. Berbicara soal keadilan, banyak hal yang belum didapatkan di Maluku Utara. Maka dari itu, dirinya meminta agar semua orang berpikir. "Kalau kita terus berdebat, maka kita tidak mendapatkan apa-apa. Daerah istimewa tidak dapat, begitu juga otsus. Mari kita bersatu bersinergi untuk mendiskusikan, jika tidak Otsus atau istimewa, namun nilai-nilai itu diakomodir masuk," jelasnya.

Dirinya meminta agar semangat yang dibangun itu harus bersama-sama memperjuangkannya, karena ini adalah bagian dari harga diri kita. Soal disetujui dan tidak, adalah persoalan lain. Namun intinya adalah harus disuarakan dengan semangat bersama. Karena saat ini, pemerintah pusat akan mempertimbangkan. Jika kebersamaan itu dipersatukan dengan suara yang sama. "Saya yakin pemerintah pusat akan mendengarnya. Kuncinya adalah kita bersatu menyuarakannya. Jangan menuduh satu salah dan satu lagi benar, tidak boleh. Demokrasi memberikan ruang kepada kita untuk berpendapat, kemudian kita berikan pendapat. Jangan saling menuduh. Mari kita bersatu menyuarakan kepentingan bersama ini," pintanya. (cr-03/lex)