Cicit Tuan Guru Berkunjung ke Tidore

KUNJUNGAN: Wafeeqah (kedua kiri) berpose dengan Sultan Husain Sjah.

TIDORE – Wafeeqah Rakiep, cicit dari Tuan Guru Imam Abdullah bin Qadi Abdussalam berkunjung ke Kota Tidore. Wafeeqah adalah anak pertama dari Muttaqin Rakiep yang merupakan keturunan ke enam dari Tuan Guru, imam besar yang berjuang melawan penjajah dan kemudian diasingkan ke Cape Town, Afrika Selatan.

Kedatangan Wafeeqah ke Tidore ini berkat dorongan dari kedua orang tuanya yang menginginkan agar Wafeeqah harus berkunjung ke Tidore untuk melihat keluarganya. Salah satu paman Wafeeqah adalah Jojau Kesultanan Tidore, Amin Faruq, yang juga keturunan Imam Abdullah Qadi bin Abdussalam.

Saat ditemui di Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (19/12), Wafeeqah yang belum bisa berbahasa Indonesia ini menceritakan keinginan dirinya agar berkunjung ke Tidore lantaran ayahnya selalu menceritakan tentang Tidore yang merupakan tempat kelahiran sang kakek, Tuan Guru. Ayahnya menceritakan bahwa banyak keluarga di Tidore yang harus dijumpainya. "Saya harus bertemu dengan keluarga di Tidore. Pesan ayah bahwa harus persatukan kedua keluarga Cape Town dan Tidore. Kebetulan keluarga saya di Cape Town juga sudah pernah berkunjung ke Tidore," katanya dengan Bahasa Inggris yang kemudian diterjemahkan oleh salah satu penerjemah, Bams.

Wafeeqah bilang, ayahnya setiap saat menceritakannya tentang Tidore dan mendorongnya agar berkunjung ke Tidore untuk berbahasa Indonesia. Saat ini keluarga di Cape Town belum tahu berbahasa Indonesia, untuk itu ayahnya menginginkan agar Wafeeqah tahu berbahasa Indonesia. Pertengahan 2019, Wafeeqah berkesempatan menempuh pendidikan di Indonesia. Wafeeqah masuk ke perguruan tinggi di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta. Di sinilah Wafeeqah belajar kebudayaan sekaligus bahasa Indonesia. Semenjak tiba di Jakarta, Wafeeqah sudah berkomunikasi dengan keluarga Tidore yang saat ini di Jakarta. Pada kesempatan itu, Wafeeqah menyempatkan diri untuk berkunjung ke Tidore.

Setibanya di Tidore pada Senin kemarin, Wafeeqah terkagum dan takjub akan keindahan kota kecil ini. Di Tidore, gadis cantik berusia 19 tahun bertemu keluarga di kesultanan. Wafeeqah juga diajak jalan-jalan keliling kota. Wafeeqah akan berada di Tidore selama dua minggu. "Saya merasa nyaman, meski dengan makanan yang beda saya harus mencobanya dan ternyata sangat enak. Saya juga tidak merasa takut. Tidore sangat cantik, saya senang. Jika ada kesempatan saya akan balik lagi ke Tidore," tutup anak pertama dari empat bersaudara ini. (cr-03/lex)