JPU Belum Siap, Sidang Tragedi Kali Waci Ditunda

DESAK: Puluhan massa aksi saat menggelar aksi di depan PN Soasio. Mereka menuntut agar pelaku pembunuhan di hukum mati

TIDORE - Sidang lanjutan perkara tindak pidana pembunuhan terhadap tiga warga Desa Waci, Kabupaten Halmahera Timur, dengan terdakwa Habel Lilinger alias Hambiki, HagoBaikole alias Hago, Rinto Tojouw alias Rinto, TodubaHakaru alias Toduba, Awo Gihalia alias Awo, SaptuTojou alias Saptu, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Soasio, Selasa (25/2) kemarin. Sidang dengan agenda tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini ditunda lantaran JPU belum siap. Humas PN Soasio, Kadar Noh mengatakan, sidang akan dilanjutkan pada Selasa 3 Maret pekan depan. "Sidang tunda karena tuntutan dari jaksa penuntut umum belum siap," ujarnya.

Sementara itu, puluhan massa aksi yang tergabung dalam Front Tragedi Kali Waci (FTKW) menggelar aksi di depan PN Soasio. Massa mendesak agar para pelaku dihukum mati sebagaimana tertuang dalam pasal 340 KUHP. Massa juga meminta agar hakim bersikap objektif dalam menilai fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan. "Tegakkan pasal 340 KUHP, yang membunuh harus dihukum mati," teriak salah satu orator.

Sekadar diketahui, pembunuhan sadis ini terjadi di hutan Kali Waci, Halmahera Timur. Tiga warga Desa Waci, Kecamatan Maba Selatan tewas dengan kondisi mengenaskan, sementara dua lainnya berhasil meloloskan diri. Aksi biadab itu dilakukan para terdakwa pada 29 Maret 2019 lalu. Saat itu kelima warga yakni Halim, bersama putranya Yusuf Halim (34), Karim Abdurrahman (56), Habibu Salatun (62) dan Harun Muharam (36) masuk ke hutan untuk mencari pala hutan. Setelah pulang, tak disangka sekitar 12 OTK mendadak muncul dari dalam hutan. Mereka rata-rata hanya mengenakan semacam pakaian untuk menutupi bagian pusar sampai paha. Tanpa basa basi, kelima warga Waci ini langsung diserang para terdakwa dengan menggunakan panah, tombak dan parang. Habibu, Karim, dan Yusuf tewas ditombak dan dipanah. Sementara Halim dan Harun selamat. Kasus pembunuhan ini sudah terjadi beberapa kali di Desa Waci sejak 1985, 2013, 2016, dan terakhir 2019. (cr-03/yun)