Banyak Formasi Hangus

Ilustrasi : Seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Tikep

TIDORE - Seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemkot Tikep telah berakhir pada Rabu (26/2). Jumlah peserta yang lulus passing grade pada TKD ini sebanyak 158 orang. Angka ini melebihi jumlah kuota yang dialokasikan Pemkot Tikep yakni sebanyak 110, dengan rincian formasi tenaga guru 74, tenaga kesehatan 17, dan tenaga teknis lainnya 19. Meski yang lulus passing grade melebihi kuota, akan tetapi jumlah tersebut tidak terdistribusi ke semua formasi.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tikep, Sura Husain, menjelaskan setelah pihaknya menganalisis berdasarkan formasi, banyak formasi yang tidak terisi. Formasi guru yang kuotanya 74, namun yang terisi hanya 31. Ini artinya 43 kuota lainnya tak terisi dan dipastikan hangus. "Hal ini karena ada kuota guru mata pelajaran tertentu yang tidak mencukupi dan ada mata pelajaran tertentu yang tidak lulus. Sedangkan ada juga yang lulus banyak di mata pelajaran tertentu," jelasnya, saat dikonfirmasi kemarin (28/2).

Sura mencontohkan formasi guru bahasa inggris yang kuotanya 4, namun yang lulus 23 orang. Tentu dari 23 peserta yang lulus ini tidak semuanya mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB) nanti, yang diambil tiga peserta terbaik dari satu formasi. "Jadi kalau kuotanya 4, berarti 4 dikalikan, jadinya 12 peserta dengan nilai terbaik itu yang akan mengikuti SKB," tuturnya. Lanjut Sura, untuk kuota guru PGSD 31, namun yang lulus hanya 5 orang. Ini berarti 26 kuota lainnya hangus. Selain itu juga guru penjaskes dengan kuota 17, namun yang lulus 9 orang. "Jadi setelah kita analisis, jumlah peserta tenaga guru yang lulus sebanyak 50 orang, dan yang terisi hanya 31 dari 74 formasi. Jadi kita kehilangan formasi yang tak terisi sebanyak 43," sambungnya.

Untuk tenaga kesehatan, kata Sura, yang mencapai passing grade 50 peserta, namun yang terisi hanya 14 dari 17 formasi. Ini karena ada beberapa formasi yang tak terisi seperti dokter gigi, teknik radioteraphi, dan transfusi darah. Untuk kebidanan banyak yang lulus yakni 23 peserta, sayangnya kuota yang dibutuhkan hanya 3 orang. Sementara untuk tenaga teknis yang lulus passing grade sebanyak 58 peserta, namun setelah dianalisis, dari 19 formasi dibutuhkan, hanya 14 formasi yang terisi. Lima formasi tak capai passing grade, satu formasi lainnya tidak ada pelamar.

Sura bilang, analisis yang dipakai pihaknya itu mengacu pada Peraturan Menteri PAN dan RB Nomor 24 tahun 2019 tentang nilai ambang batas seleksi. "Untuk peserta yang akan mengikuti SKB dari kami sudah ada, tapi kami masih menunggu hasil dari pusat. Kami sudah integrasi ke pusat, nanti pusat yang keluarkan, barulah keluar SK dari pejabat pembina kepegawaian melalui pengumuman resmi," terangnya, menutup. (cr-03/yun)