Kejari Periksa Sejumlah Saksi

SAKSI: Dua saksi saat menjalani pemeriksaan.

TIDORE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore terus mendalami dugaan kasus korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tikep tahun 2018 yang diduga merugikan keuangan negara ratusan juta. Setelah memeriksa beberapa pejabat dan mantan pejabat di DLH, lembaga Adhyaksa ini memeriksa kembali memeriksa pihak depot tempat pengambilan BBM oleh DLH dan pihak toko sparepat.

Pemeriksaan yang dilakukan terhadap pihak depot dan toko sparepat ini seputar penjualan suku cadang dan pembelian BBM solar dan bensin. Di mana harga solar yang dijual ke DLH per liter Rp 7000 dan harga bensin per liter Rp 8000. Untuk suku cadang  berupa ban dalam, ban luar, filter oli, lidah ban, dan aki truk. Setelah memeriksa pihak depot dan toko sparepatpada Senin (2/3) lalu, jaksa juga memeriksa sejumlah sopir truck mobil sampah selama tiga hari berturut-turut yakni Selasa Rabu, dan Kamis. Total sudah lima sopir truck sampah yang diperiksa. "Kemarin (Selasa) kita periksa dua sopir, hari ini (kemarin, red) tiga sopir truck, dan besok (hari ini) pemeriksaan untuk sopir lagi. Jadi selama seminggu ini kita maraton lakukan pemeriksaan," kata Kasi Pidsus Kejari, Prima Poluakan, kemarin (4/3). (cr-03/lex)