Pesta Ganja, Oknum ASN Disperindag Dibekuk

RILIS: Kapolres AKBP Yohanes Jalung Siram didampingi Kasat Reskrim AKP Dedy Yudanto dan Paur Humas IPDA Arjan Nasir merilis kasus narkoba yang melibatkan oknum ASN dan tiga rekannya, Kamis (5/3) MAHFUD HUSEN/MALUT POST

TIDORE - Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) FR alias Ai ditangkap pihak kepolisian Polres Tikep lantaran menggunakan narkoba jenis ganja. FR ditangkap bersama tiga rekan lainnya, MK alias Dedot, warga Kelurahan Tanah Tinggi Kota Ternate, LHM alias Ijul, warga Kelurahan Tomagoba, dan RAL alias Riski warga Kelurahan Indonesiana. FR sendiri merupakan warga Kelurahan Tuguwaji. Keempatnya ditangkap saat sedang menggelar pesta ganja.

Penangkapan terhadap keempat pelaku ini bermula ketika pihak Resmob Satreskrim Polres Tikep mendapatkan laporan salah satu warga Kelurahan Tuguwaji terkait adanya informasi penyalahgunaan narkoba oleh sekelompok orang di sebuah rumah. Setelah mendapat laporan tersebut, tim Resmob langsung bergerak ke rumah yang diduga menjadi tempat pesta narkoba ini. Setelah tiba di lokasi, petugas melakukan pemantauan. "Setelah tim kita tiba di lokasi dan menemukan benar adanya tanda-tanda sekelompok orang mengonsumsi narkoba jenis ganja. Tim langsung masuk menggerebek rumah kosong tersebut dan mengamankan MK bersama LHM yang sedang mengonsumsi ganja yang telah dilinting," jelas Kapolres AKBP Yohanes Jalung Siram pada saat konferensi pers di Mapolres yang didampingi Kasat Reskrim AKP Dedy Yudanto dan Paur Humas IPDA Arjan Nasir, Kamis (5/3) kemarin.

Namun, lanjut Kapolres pada saat diamankan, LHM berusaha melarikan diri keluar rumah menuju jalan raya. LHM kemudian bertemu dengan RAL yang sementara itu mengendarai sepeda motor. LHM langsung menaiki sepeda motor RAL lantas keduanya langsung tancap gas. Beruntung, tim Resmob dengan cepat mengejar dan menangkap keduanya. Baik MK, LHM dan RAL lalu diamankan di rumah penggerebekan itu. Di rumah ini, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil yang dibungkus dengan kertas HVS yang sudah dicampur tembakau rokok dan setengah linting ganja. Ketiganya kemudian diamankan ke Mapolres guna dilakukan pengembangan.

Dari hasil interogasi terhadap ketiganya, didapatlah informasi bahwa sebelum ketiganya berada melakukan pesta narkoba di sebuah rumah kosong tersebut, sekira pukul 19.00 WIT pelaku MK bersama FR yang diketahui PNS di Disperindag juga menggunakan narkoba di rumah FR. Mendengar informasi ini, polisi lalu menuju ke rumah FR dan mengamankannya ke Polres. Selain keempat pelaku ini, polisi juga melakukan tes urine terhadap salah satu saksi lainnya yakni HE. Dari hasil tes urine, keempatnya dinyatakan positif sementara saksi HE negatif. "Untuk saksi HE yang pada saat itu juga kita amankan, namun ternyata tidak termasuk di dalamnya dan urinenya juga negatif. Sehingga HE kita pulangkan," ujar Kapolres.

Dikatakan Kapolres, total barang bukti yang diamankan dari keempat pelaku ini berupa satu paket kecil yang dibungkus dengan kertas HVS di dalamnya terdapat ganja kering seberat 1,9 gram, dua puntung ganja yang sudah digulung bekas pakai seberat 0,16 gram, satu linting ganja seberat 0,45 gram yang sudah dibakar ujungnya namun belum sempat digunakan, satu paket kecil HVS yang dilipat dan di dalamnya terdapat ganja kering seberat 1,74 gram, dan satu buah handphone Oppo beserta simcard.

Untuk pasal yang disangkakan kepada empat tersangka ini pun berbeda. Untuk pelaku MK dikenakan Pasal 114 ayat (1) sub Pasal 111 ayat (1) junto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun.

Sementara untuk pelaku LHM, RAL, dan FR dikenakan Pasal 111 ayat (1) sub Pasal 127 ayat (1) huruf a junto Pasal 132 ayat (1) UU Narkotika dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun. "Karena barang haram ada pada MK, sehingga pasal yang disangkakan berbeda," jelas Kapolres sembari mengatakan saat ini masih dilakukan pengembangan dan kemungkinan masih ada tersangka lain yang akan diamankan.

Terpisah, Kepala Disperindagkop Kota Tikep, Saiful Bahri Latif, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa dirinya telah mendapat informasi terkait penangkapan salah satu anak buahnya lantaran menggunakan narkoba. Menurutnya, FR merupakan pegawai di UPT Pasar Sarimalaha. Meski demikian, pihaknya belum bisa memberikan sanksi terhadap FR. "Kita masih putusan inkrah dari pengadilan. Nanti hukumannya seperti apa baru kita ambil langkah. Karena aturannya kalau dipenjara di atas 5 tahun baru bisa dipecat," ujarnya.(cr-03/kai)