Kejari Kembali Periksa Pemilik Depot

PEMERIKSAAN: Suasana pemeriksaan pemilik depot.

TIDORE - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tidore Kepulauan terus mendalami dugaan korupsi di Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Setelah memeriksa sejumlah saksi di internal DLH, Lembaga Adhyaksa ini kembali melakukan pemerikaan terhadap pemilik depot. Pemeriksaan terhadap pemilik depot ini dilakukan sejak Senin (23/3) dan Selasa (14/3). Total pemilik depot yang diperiksa saat ini berjumlah empat orang.

Kasi Intel Kejari, Safri Abdul Muin, mengatakan dua saksi yang diperiksa pada Selasa itu salah satunya pemilik SPBU Tidore Utama yang juga Supplier bahan bakar minyak (BBM) berupa solar dan bensin kepada para pengecer-pengecer di Kota Tidore. Salah satu pengecernya juga saksi jual BBM solar dan bensin adalah Ical, pemilik depot bensin Farras di Kelurahan Tomagoba.

Menurut Safri, Ical kemudian menjual solar dan bensin ke pihak DLH. Dalam keterangannya, pemilik SPBU Tidore Utama menegaskan bahwa tidak pernah menjual solar atau bensin ke pihak DLH. Bahkan ada juga kerjasama antara saksi selaku pemilik SPBU Tidore Utama dengan DLH, baik itu dituangkan secara tertulis maupun lisan, yang mana harga yang diberikan pihak SPBU ke Farras dan depot-depot lainnya sama. Namun farras menjual ke DLH dengan harga berbeda sesuai yang tertuang dalam SPJ DLH. "Ini akan kita dalam terus guna mengungkap secara terang soal kasus DLH ini," tegasnya. (cr-03/lex)