Perketat Pengawasan Orang Masuk ke Tidore

PENGAWASAN: Suasana rapat yang dipimpin Wali Kota.

TIDORE - Wali Kota Capt. Ali Ibrahim bersama Forum Koordinasi Pimpinan  Daerah (Forkopimda) Kota Tidore Kepulauan, bersepakat untuk memperketat pemeriksaan orang masuk ke wilayah Kota Tidore Kepulauan di sejumlah pintu masuk melalui laut di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Kesepakatan ini terungkap dalam rapat koordinasi lintas sektor antara wali kota bersama Forkopimda dengan Tim Pengendali Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 2020 Kota Tidore Kepulauan, di Aula Sultan Nuku kantor Walikota Tidore Kepulauan, Selasa (24/3).

Pemeriksaan ketat orang masuk harus segera dilakukan oleh Tim Pengendali Percepatan Penanganan Virus Corona Disease 2020 Kota Tidore Kepulauan, menyusul munculnya satu kasus positif virus corona di Kota Ternate. Walikota Capt. Ali Ibrahim secara tegas memerintahkan segera mengambil langkah proteksi terhadap masyarakat Kota Tidore Kepulauan dengan memperketat pengawasan jalur masuk keluar orang dari dan ke Kota Ternate hingga di empat kecamatan di daratan Oba. Fasilitas medis dan prasarana medis lainnya di tiap pelabuhan  dioptimalkan.

Penempatan tenaga medis, kata Ali, pada setiap pintu masuk di Pulau Tidore dan daratan Oba, penyediaan handsanitizer dan pembuatan wastafel di tempat-tempat umum. Wali Kota juga memerintahkan speedboat milik Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (KUPP) Soasio harus siaga 24 jam, jika ada pasien terdeteksi  COVID-19 agar segera dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie, Ternate.
Dandim 1505 Tidore, Letkol (Inf) Cecep Kurniawan, juga mengusulkan segera dialukan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat keramaian seperti pelabuhan, pasar, perkantoran dan fasilitas umum lainnya di wilayah Kota Tidore Kepulauan. Begitu juga Kapolres Tikep, AKBP Yohanes Jalung Siram, meminta petugas medis pada setiap pintu masuk pelabuhan agar melakukan penyemprotan disinfektan kepada pendatang yang akan memasuki wilayah Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Kejaksaan Negeri Tidore Kepulauan, Adam Saimima, mengatakan satu hal yang menjadi perhatian juga yaitu semua orang harus tertib dan ketat melakukan pengawasan terhadap orang masuk di setiap pelabuhan yang dikawatirkan berpotensi membawa virus corona ke wilayah Kota Tidore. “Segera membatasi pergerakan dan jumlah orang bertemu di tempat-tempat tertentu," tandas Adam.

Direktur Rumah Sakit Tidore, dr. Rizal Maradjabessy, mengajak semua pihak untuk menjadikan kasus virus corona ini dengan tindakan luar biasa karena penyebaran virus ini sangat cepat dan mematikan. “Kami di medis sudah menyatakan perang terhadap penyebaran virus corona,” ujar Rizal. Sementara Kepala Dinas Kesehatan, dr. Abdullah Mardjabesy, mengusulkan untuk menerapkan karantina wilayah kepada para pendatang yang baru melakukan perjalanan dari luar daerah yang terjangkit virus Corona. Usulan dr. Abdulah langsung ditindaklanjuti dengan menetapkan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Maluku Utara di kelurahan Rum, Kecamatan Tidore, ditetapkan sebagai lokasi karantina wilayah bagi orang yang sudah melakukan perjalanan dari daerah terjangkit COVID-19 yang masuk Tidore.

Sementara itu, untuk mengantisipasi munculnya situasi darurat corona, terkait ketersediaan stok pangan, Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepulauan Drs. H. Asrul Sani Soleiman, dihadapan peserta rapat melaporkan bahwa ketersediaan sembilan bahan pokok di Kota Tidore Kepulauan masih cukup tersedia untuk beberapa bulan ke depan. Menurut Asrul Sani, dalam berapa hari ke depan melalui tol laut, kapal akan membawa beras sebanyak 150 ton ke Tidore.“Kesediaan pangan lokal kita cukup, termasuk sagu,” jelas Asrul. (humas)