Kepala DLH Diperiksa 6 Jam

Kadis DLH Kota Tikep Nurbaity Fabanyo, saat diperiksa Kejaksaan Negeri Tikep

TIDORE - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Nurbaity Fabanyo, diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Tikep, pada Kamis (2/4). Sebelumnya, lembaga Adhyaksa ini juga telah memeriksa sejumlah pejabat di DLH. Nurbaity diperiksa selama 6 jam dan dicecar puluhan pertanyaan seputar pencairan dan pertanggung jawaban dalam pelaksanaan program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan pada DLH Kota Tikep tahun 2018.

Pantauan Malut Post, kehadiran orang nomor satu pada DLH Kota Tikep itu di Kejari sekitar pukul 09.30 pagi. Nurbaity datang seorang diri dan langsung masuk ke ruangan seksi tindak pidana khusus (Pidsus). Nurbaity diperiksa sejak pagi hingga pukul 15.00 WIT. "Yang bersangkutan (Kepala DLH, red) kita periksa sekitar 30 pertanyaan. Saya sendiri ada 28 pertanyaan dan Kasi Datun 2 pertanyaan," kata Kasi Pidsus Kejari, Prima Poluakan.

Menurutnya, Nurbaity merupakan orang terakhir yang diperiksa Kejari dalam dugaan kasus yang merugikan keuangan negara ratusan juta tersebut. Karena sejauh ini sudah ada 21 saksi yang diperiksa. Untuk itu, setelah pemeriksaan ini pihaknya akan mengajukan permintaan audit investigasi di Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) perwakilan Maluku Utara. Setelah pemeriksaan ini, Kejari juga berencana melakukan ekspos. "Perkembangannya saya akan lapor Pak Kajari untuk eksposnya besok atau minggu depan. Intinya kita tunggu hasil audit investigasi dulu untuk mengetahui potensi kerugian negaranya, karena kita bukan ahlinya untuk hitung sendiri," ujarnya.

Prima bilang, jika audit investigasi telah dilakukan dan hasilnya sudah keluar dan menunjukkan adanya potensi kerugian, maka akan dilakukan ekspos lagi untuk peningkatan status. "Yang jelas sofarsogood. Nanti kita lihat hasil audit kerugiannya seperti apa," terangnya. (cr-03/lex)