BAGUS Siapkan Beasiswa untuk Milenial Tidore

Kampanye paslon Bagus-Guntur di Indonesiana. (istimewa)

Tidore, malutpost.id -- Kampanye pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tidore Kepulauan Basri Salama - Guntur Alting dipadati masyarakat Kelurahan Indonesiana, Jumat (20/11/2020).

Kampanye itu dihadiri seluruh simpantisan milenial pasangan dengan akronim BAGUS itu. Tim pemenangan Milenial BAGUS, Abdul Haris Muhidin mengatakan, saat ini tidak sedikit anak muda Tidore yang hanya menjadi pengangguran.

Menurutnya, salah satu pemicunya ialah, kebijakan pemerintah yang belum berpihak kepada masyarakat melalui penyediaan lapangan pekerjaan.

"Kami generasi muda ini harus diberi ruang, ruang yang kami minta ini bukan hanya untuk kami bisa berkarya tapi bagaimana kami bisa hidup dari karya-karya, " kata Abdul Haris.

Lanjutnya, generasi muda mestinya ikut dilibatkan dalam kebijakan pemerintah untuk bisa mendongkrak ekonomi daerah.

"Tanpa kolaborasi dengan milenial tidak mungkin ekonomi bisa meningkat. Harapan besar yang kami titipkan pada calon wali kota Ko Bas dan Ustad Guntur, agar mereka bisa malahirkan generasi-generasi yang hebat, karena tugas utama dari seorang pemimpin adalah melahirkan pemimpin baru bukan melahirkan keluarga-keluarga yang baru," ujarnya.

Calon wakil wali kota Guntur Alting menyatakan, alasan milenial memilih pasangan BAGUS karena vis-misi dan gagasan. Guntur memberikan apresiasi kepada kaum Milenial yang datang dalam kampanye tersebut.

"Inilah yang kemudian menjadi alasan kuat untuk membuktikan bahwa pada 9 Desember 2020 harus melahirkan pemimpin yang baru dari yang sebelumnya," kata Guntur.

Sementara calon wali kota Basri Salama menuturkan, generasi milenial adalah generasi yang tumbuh dengan akselerasi dan transformasi digital yang pesat. Dunia berubah dengan perkembangan teknologi dan transformasi sosial.

"Teman-teman generasi milenial Tidore harus diberi ruang-ruang yang sepadan terhadap akselerasi tersebut. Melalui pendidikan dan aktivis lainnya yang mengasah skill atau kompetensi individu," ujarnya.

Di sektor pendidikan, lanjut Basri, dirinya bersama Guntur akan memfasilitasi anak muda Tidore untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi melalui beasiswa.

"BAGUS akan memfasilitasi dengan pemberian beasiswa, disamping kebijakan lain yang akan dilakukan di Kota Tidore Kepulauan dalam mendukung kegiatan pemuda," ujarnya.

Menurut Basri, di Kota Tidore Kepulauan hampir tidak ada ruang terhadap keberpihakan iklim ekonomi bagi generasi muda pada beberapa tahun belakangan. Tidak ada kebijakan daerah yang memberikan keleluasaan bagi anak-anak muda Tidore untuk menumbuhkembangkan kegiatan ekonominya.

"Banyak anak-anak muda Tidore yang bergerak secara mandiri membuat tempat-tempat selfie, seperti di Kalaodi dan Gurabunga. Ada juga yang membuat cafe. Semua yang dilakukan tumbuh dengan baik, sehingga generasi muda ini dapat menciptakan lapangan pekerjaan berdasarkan gagasannya, mereka tidak disokong oleh pemerintah daerah," katanya.

Baginya, pemerintah harus menjaga potensi generasi muda untuk mengelolah sumberdaya manusia. "Maka ketergantungan mereka tidak lagi kepada orang tua, tapi mereka mampu menciptakan lapangan pekerjaan secara mandiri dan memiliki penghasilan dengan kreativitas dan inovasi," pungkasnya. (mg-06)


-

Peliput : Bambang Cahyadi

Editor   : Ikram