Oknum Anggota Dewan Tikep Manfaatkan Sosialisasi Covid-19 untuk Laporan Reses, Begini Penjelasannya

Suasana pertemuan di desa Kosa yang dilakukan oleh Muhammad Hi Fatah, Rabu (10/3/2021). (istimewa)

Tidore, malutpost.id -- Sikap anggota DPRD Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara, Muhammad H Fatah menuai kritik.

Pasalnya, wakil rakyat dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu diduga memanfaatkan kegiatan sosialisasi vaksin Covid-19 di Desa Kosa, Kecamatan Oba untuk dokumentasi resesnya pada Rabu, 10 Maret 2021 kemarin.

Dalam peristiwa itu, Muhammad H Fatah diduga mengganti spanduk sosialisasi Covid-19 dengan agenda resesnya kemudian pergi meninggalkan warga.

Ketua DPD Partai Perindo Kota Tikep, Abubakar Nurdin mengatakan, Muhammad H Fatah yang harusnya menjadikan reses sebagai forum silaturahim dan mendengar aspirasi rakyat.

Bukan memanfaatkan anggaran reses yang dibiayai melalui APBD dan menjadikan kegiatan reses hanya sebatas formalitas untuk keperluan dokumentasi.

“Kosa itu basisnya Perindo, kalau ada anggota DPRD yang ingin melakukan reses dis sana seharusnya dapat dimanfaatkan dengan baik. Bukan malah membohongi rakyat lalu mengambil dokumentasi sebagai pertanggungjawaban pasca reses,” kata Abubakar Nurdin, Ahad (14/3/2021).

Abubakar bilang, berdasarkan informasi dari warga setempat, reses yang dilakukan Muhammad H Fatah jauh dari harapan.

"Jadi setelah kegiatan sosialisasi vaksin, dia (Muhammad Hi. Fatah) kemudian pasang spanduk yang bertuliskan Reses Anggota DPRD Kota Tikep, setelah itu diambil dokumentasi lalu pergi, tanpa melakukan pertemuan dengan masyarakat untuk menyampaikan maksud dan tujuannya,” ujarnya.

Sementara Muhammad H Fatah saat dikonfirmasi mengatakan, hal itu hanyalah miskomunikasi semata.

Menurut dia, kedatangannya ke Desa Kosa bukan dalam agenda reses melainkan blusukan biasa untuk menyerap usulan hasil mursrembang desa.

Agenda reses resmi, katanya, berlangsung di Desa Lola, Kecamatan Oba Tengah dan Desa Sagutora, Kecamatan Oba Selatan.

Sebelum mendatangi desa tersebut dia mengaku telah melapor ke kepala Desa Kosa untuk blusukan yang kebutulan bertepatan dengan sosialisasi Covid-19 oleh Puskesmas Payahe.

"Data musrembang desa itu kades sudah serahkan ke saya. Tapi saya bilang, lebih bagus lagi kalau saya ambil dokumentasi lagi berupa foto. Ini cuma blusukan saja jadi tidak ada tanya jawab disitu,” ungkapnya.

Dia berujar, dokumentasi berupa foto hanya sebagai bukti bahwa dirinya juga menyerap aspirasi desa yang bertepatan dengan agenda reses.

Hal itu katanya, juga sudah dijelaskan ke mahasiswa yang sempat protes.

"Saya juga sempat kasih uang ke pendukung saya di situ sebagai uang rokok saja, itu juga tidak masuk dalam laporan pertanggungjawaban saya," akunya. (aby)


-

Peliput : Hasbi Konoras

Editor   : Ikram