Mantan Kades Resmi Ditahan


JUMPA PERS: Kajari Tidore, Abdul Muin saat memimpin konferensi pers penahanan mantan kades Lifofa di kantor Kejari, Senin (29/3).

TIDORE - Kejaksaan Negeri Kota Tikep resmi menahan mantan Kepala Desa (Kades) Lifofa, Muhtar Hi Haruna, Senin (29/3). Eks Kades ini ditahan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Dana Desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) tahun 2018.  Tersangka akan menjadi tahanan Kejari selama 20 hari kedepan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), Abdul Muin didampingi Kasi Pidsus, Prima Poluakan lewat jumpa pers kemarin, mengatakan, ADD dan DD tahun 2018 yang tidak terealisasi sehingga tidak tertanggung jawab melekat di bidang penyelenggara Pemerintah Desa (Pemdes), bidang pembinaan kemasyarakatan dan bidang pemberdayaan masyarakat Desa senilai Rp201.025.700.

Sedangkan total di bidang pembangunan Desa yang belum direalisasi sebesar Rp 416.763.800 diikuti penyertaan modal BUMDes senilai Rp 583.950.000. Karena itu, kerugian negara mencapai Rp1,2 miliar lebih.  Modus yang dilakukan tersangka dengan cara, menandatangani dokumen untuk pencairan pembayaran kegiatan ADD dan DD. Anggaran itu lalu digunakan  tersangka untuk kepentingan pribadi, sehingga program kegiatan di tahun anggaran 2018 tidak berjalan maksimal. Penahanan eks Kades Lilofa diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi masyarakat. Abdul Muin juga berharap, perbuatan tersangka menjadi perhatian serius bagi semua Kades yang ada di Kota Tikep agar lebih berhati-hati dalam mengelola dan memanfaatkan DD maupun ADD dengan baik serta transparan.

Baginya, perhatian Kades sangat penting demi kemajuan pembangunan di Desa masing-masing.  Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan yang dilakukan, tersangka dijerat pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 ayat 1 junto pasal 18 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi. “Tersangka akan dititipkan di Rutan Ternate untuk menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Ternate,”tandas Kajari.(aby/aji)