Usulan Pembangunan Bandara Ditolak


Capt Ali Ibrahim

TIDORE - Usulan rencana pembangunan Bandara Loleo ke Kementrian Perhubungan, ditolak. Hal ini lantas disikapi Wali Kota Tidore Kepulauan, Capt Ali Ibrahim. Karena itu, dalam waktu dekat, Wali Kota akan melayangkan surat ke Kementrian Perhubungan (Kemenhub).

Dikatakan Wali Kota saat dikonfirmasi Rabu (31/3), alasan penolakan Kementerian Perhubungan atas usulan pembangunan Bandara Loleo karena jaraknya berdekatan dengan bandara Baabullah, Ternate. Yaitu 19 kilometer. “Saya akan kirim surat untuk minta penjelasan kalau 19 kilometer itu hitungannya dari mana,"tutur Wali Kota. Diakuinya, berdasarkan hitungan Pemerintah Daerah Kota Tikep, jarak antara Bandara Babullah Ternate dengan Loleo itu sekitar 40 kilometer.

Bahkan kata Capt Ali, Pemerintah Daerah Kota Tikep juga tidak diundang saat Kemenhub menolak usulan pembangunan Bandara Loleo. “Tiba-tiba ditolak dengan alasan jarak 19 kilometer. Saya sempat tanyakan ke Bappenas, tapi Bappenas juga mengaku tidak tahu dari mana titik 0 yang mereka (Kemenhub, red) hitung,”aku Capt Ali. Kini, pihaknya sudah menyiapkan surat yang akan dikirim ke Kemenhub.

Orang nomor satu Tikep ini bilang, jika alasan penolakan hanya karena kekhawatiran Kemenhub kalau penerbangan nanti mengganggu jalur di Bandara Baabullah, maka ini juga akan dipertanyakan. Meski bukan ahli penerbangan, namun belajar dari pengalaman, Capt Ali lantas menyoal sikap penolakan Kemenhub. Ia lalu mencontohkan pengalamannya sewaktu bertugas di Batam.

Dikatakan Capt Ali, jarak antara Batam dan negara Singapura itu sangat dekat, tapi ada Bandara. Baginya, kemajuan teknologi saat ini semakin pesat dengan adanya  peralatan yang canggih dan modern. “Waktu saya di Batam, sehari ada 360 kapal yang berlayar di Selat Malaka. Saya bisa atur sampai sekarang, sehingga tidak pernah ada insiden tabrakan karena alat sudah canggih. Jadi tidak ada alasan bagi Kemenhub menolak pembangunan Bandara Loleo,"pungkasnya.(aby/aji)