Kadishub Tikep Tunjuk Amin Pimpin Organda, Supir Ancam Mogok

Demo sejumlah supir angkutan kota di Tikep, Senin (12/4/2021). (istimewa)

Tidore, malutpost.id -– Supir angkutan umum di Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara menggelar aksi di depan kantor Dinas Perhubungan Tikep, Senin (12/4/2021). Aksi demo itu buntut dari ditunjuknya Amin Suleman sebagai ketua organisasi angkutan darat (Organda) yang baru oleh Kadishub Tikep Daud Muhammad. 

“Sejauh ini tidak ada informasi mengenai pelaksanaan musawarah Organda sehingga pengukuhan struktur oleh DPD Organda Provinsi Malut merupakan sikap sepihak,”kata koordinator aksi Nasrul Malik. Menurut supir, Dinas Perhubungan dianggap terlalu jauh mencampuri urusan yang tidak menjadi tugas dan wewenang dinas.

Untuk itu, mereka menilai kemimpinan Amir Suleman dianggap illegal. Selain itu, Amir juga dianggap ikut bertanggung jawab atas pungutan kepada semua supir senilai Rp50 ribu per supir. “Dengan total jumlah anggaran sebesar Rp10 juta untuk dijadikan biaya pelantikan. Namun hingga sampai saat ini tidak ada kejelasan serta pertanggungjawaban atas penggunakaan anggaran tersebut,”ungkap.

Selain itu, Amir juga menggunakan nama Organda untuk menetapkan secara sepihak aturan batas naik-turun penumpang dan menahan SIM serta STNK supir dengan tebusan sebesar Rp250 ribu kepada supir.” Bukankah ini bagian dari perampasan? Jika memang ada aturan tentang batas naik-turun penumpang, maka Pemkot Tikep wajib membuatnya dalam bentuk Perda serta mensosialisakannya kepada pengguna jasa angukutan umum,”paparnya.

Menurutnya, jika aspirasi ini tidak diindahkan oleh Kadishub Tikepa dan DPD Organda Provinsi Maluku Utara, maka pihaknya akan mengkoordinir seluruh supir angkutan umum dan membikot aktivitas jasa angkutan umum di Tidore.”Serta memilih keluar dari Organda yang dipimpin oleh Amir Suleman,”tandasnya. (ikh)


_

Peliput : Tim

Editor   : Ikram Salim