Login Berlangganan Dahlan Iskan Ekonomi Politik Akademika Selebrita Ragam Jurnalisme Advertorial Nasional Hukum Opini Video
1 / 3
2 / 3
3 / 3

Anak Buah Represif saat Aksi Omnibus Law, Wakapolda Malut Persilahkan IMM dan KAMMI Buat Laporan

#
IMM dan KAMMI Malut saat menggelar aksi di Mapolda Malut terkait tindakan represif aparat saat mengawal aksi menolak UU Omnibus Law beberapa saat lalu, Rabu (15/10/2020). (istimewa)

Ternate, malutpost.id -- Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Maluku Utara menggelar mengecam tindakan represif anggota polisi yang mengawal demonstrasi menolak Undang-Undang Omnibus Law Cipta Kerja beberapa hari lalu. Hal itu disampaikan dua elemen pergerakan tersebut di hadapan Wakapolda Malut Brigjen Pol. Lukas Akbar Abriari, dalam aksi di Mapolda Malut dan Polres Ternate, Kamis (15/10).

"Sejumlah tuntutan para unjuk rasa kami sudah terima dan akan menindaklanjuti, sementara bagi oknum anggota polisi melakukan tindakan diluar SOP, segera mungkin perwakilan IMM dan KAMMI untuk buat laporan,"ungkap, wakapolda di hadapa sejumlah massa aksi, Kamis (15/10).

Sikap tegas jendral bintang satu itu patut diapresiasi. Menurut Lukas, jajarannya selalu melakukan eveluasi terhadap anggota yang melakukan pengamanan disetiap aksi unjuk rasa. Untuk itu, Wakapolda juga meminta agar pengunjung rasa juga bisa menahan diri saat menyampaikan pendapat di depan umum sebagaimana diatur dalam undang-undang. Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas aparat namun juga demonstran dengan saling mengingatkan. "Maka sebagai keamanan tugas mengawal aksi dan berkomunikasi dengan pemerintah. Dalam unjuk rasa kami selalu mengevaluasi dan mengingat ke anggota agar jangan melakukan tindakan diluar protap,"kata Lukas.

"Mahasiswa juga harus mengawal massa aksi sehingga tidak terjadi tindakan diluar kewajaran. Kalau massa begitu banyak, jangan koordinator lapangan musti melebih dari satu orang agar bisa terkontrol,"tandas Lukas.

Terpisah, koordinator lapangan IMM dan KAMMI, Ali Jumran Pina dalan aundesi menyatakan, secara nasional PP KAMMI dan DPP IMM mengecam aksi premanisme anggota kepolisian berhadap massa aksi. Sehingga kedatangan mereka ke Polda untuk mengingatkan agar aparat tidak agresif saat menanangi mahasiswa dalam unjuk rasa penolakan UU Omnibus Law.

Pihaknya menyesali tindakan penangkapan mahasiswa yang menelan korban kekerasan. "Kami menyesal ada mahasiswa ketika ditangkap rambut mereka dicukur, kami ini bukan tahanan korupsi atau pencurian sampai kepala mahasiswa di botaki,"sesal Korlap di hadapan Wakapolda.

Senada Ketua Umum PC IMM Kota Ternate, Zulkarnain Pina menuturkan, sesuai instruksi DPP IMM ketika ada kader IMM ditangkap mestinya kepolisian tidak terlalu agresif saat mengawal jalannya aksi.

"Kami juga menolak  pemeriksaan yang ganjal (tes urien) jangan memberikan keterangan apapun sebelum ada penasehat hukum,"paparnya.

Untuk itu, lanjut Zulkarnain, tindakan apapun yang dilakukan aparat kepolisian pada saat ujuk rasa tidak dibenarkan jika di luar SOP. "IMM tetap mengawal agar tidak lagi tindakan kekerasan terhadap mahasiswa,"pungkasnya. Setelah ditemui Wakapolda dan jajaran, massa aksi membubarkan diri dengan tertib. (ikh)

 

-

Peliput : Tim

Editor  : Ikram 

Beri Komentar

Berita Pilihan